Thursday, April 30, 2009





Keluarga besar HMI CABANG KABUPATEN BANDUNG
MENGUCAPKAN SELAMAT DAN SUKSES
KEPADA
KANDA ASEP MAHMUD YUSUF (AMY)DAN RAHMAT SEBAGAI FORMATUR DAN MID FORMATUR TERPILIH HMI CAB. KAB. BANDUNG
PERIODE 2009 - 2010

YAKIN USAHA SAMPAI

Baca Selengkapnya......

Wednesday, April 8, 2009

Press Conference Pengurus Besar HMI

”Menuju Pileg Berkualitas dan Damai”

Menjelang pelaksanaan pemilu legislatif, seluruh media dan pihak-pihak yang peduli terhadap proses demokratisasi di Indonesia sangat intens melakukan penilaian, bahkan melakukan pendampingan terkait dengan proses pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan ini. Mulai dari pendampingan yang bersifat substansial hingga yang bersifat teknis-operasional. Hal tersebut menambah bobot dinamika demokratisasi di Indonesia melalui media Pemilu 2009 menuju pada tahapan yang lebih sempurna.
Dalam hal ini PB HMI melalui program HMI for Election 09, sudah melaksanakan beberapa kegiatan, yakni Gerakan Pemilih Cerdas dan Mobile Campaign for Voter Education. Sedangkan kerjasama pengawasan hari H pemilihan yang diajukan kepada Bawaslu, insyaAllah dapat direalisasi pada pemilihan presiden 8 Juli 2009 nanti.

Menindak lanjuti kebijakan PB HMI terkait dengan pendampingan demokrasi dan pelaksanaan pemilu, menjelang pemilu legislatif tanggal 09 April 2009 besok, PB HMI merasa perlu mengeluarkan beberapa seruan sebagai pernyataan sikap organisasi, sebagai berikut:

Dengan berbagai fenomena yang berkembang terkait dengan persiapan pemilu, penyelengara pemilu dituntut lebih ekstra lagi dalam peningkatan kinerjanya.
Secara tegas kami menyerukan agar KPU dan Bawaslu beserta jajarannya :
1. Tetap kukuh bersikap netral dan menjunjung tinggi integritas dan asas keadilan. Keberpihakan penyelenggara pemilu akan menjadi landasan awal pecahnya konflik dalam penyelenggaraan pemilu. Selain itu, keberpihakan penyelenggara pemilu (KPU dan Bawaslu) akan mengurangi kualitas penyelenggaraan pemilu.
2. Responsif atas berbagai hal yang memungkinkan terjadinya sengketa pemilu, dan berupaya membuat rumusan yang kongkrit terkait dengan penyelesaian sengketa sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
3. Menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu dengan memberikan penjelasan yang lengkap, menyeluruh, dan tidak ambigu.

Selanjutnya untuk para pemilih, sesuai dengan garis program Gerakan Pemilih Cerdas, PB HMI menghimbau agar :
1. Tidak memilih para politisi yang menggunakan politik uang atau suap. Memilih para politisi yang menggunakan politik uang sama saja menggadaikan nasib bangsa selama lima tahun ke depan. Selain itu juga Politik uang bisa mengurangi kualitas penyelenggaraan pemilu.
2. Para pemilih sebaiknya memilih para caleg yang memiliki standar pendidikan yang layak agar terjadi peningkatan kualitas parlemen kita. Untuk DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota sebaiknya memilih caleg yang memiliki standar pendidikan minimal SLTA dan yang sederajat. Untuk DPR RI dan DPD RI sebaiknya para pemilih memilih caleg yang memiliki kapabilitas akademis dengan memperhatikan basic akademisnya setidaknya S1.
3. Para pemilih sebagaiknya memilih para caleg yang bersih dari kasus korupsi dan terlihat amanah dalam kehidupan sehari-hari.
4. Jangan memilih para caleg yang terbukti atau terindikasi melakukan perselingkuhan dan skandal sebagai hukuman sosial bagi para caleg yang lemah pada wilayah moralitas.
5. Para pemilih jangan mau terprovokasi oleh kelompok-kelompok tertentu yang berupaya mengagalkan atau menghadirkan kekacauan terkait pelaksanaan pemilu.
6. Sebaiknya para pemilih tidak mencontreng nama partai, melainkan mencontreng nama caleg, agar suara tersalurkan dengan tepat kepada caleg tertentu.
7. Para pemilih sebaiknya jangan tergesa-gesa melakukan pencontrengan di dalam bilik suara yang akan mengakibatkan suara rusak dan aspirasi tidak tersalurkan.
8. Para pemilih sebaiknya menghindari ajakan pihak-pihak tertentu untuk melakukan kecurangan terkait dengan penyelenggaraan pemilu.

Penting juga harus diperhatikan adalah kecenderungan kontestan, baik partai politik secara kelembagaan, maupun para caleg secara personal. Terkait dengan mereka, PB HMI menyerukan :
1. Sebagai kontestan harus memiliki sikap yang bijaksana dalam menerima hasil pemilu. Siap menang dan juga siap kalah.
2. Jika pun terjadi sengketa dan indikasi kecurangan terkait dengan penyelengaraan pemilu, kontestan sebaiknya menempuh jalur konstutisional dalam upaya penyelesaiannya. Agar selain meminimalisasi konflik, cara seperti ini juga akan menambah kualitas pemilu dan memberikan gambaran yang positif terhadap masyarakat terkait dengan perkembangan proses demokratisasi yang berlangsung.
3. Jangan menggunakan pendekatan politik uang kepada masyarakat, seperti melalui serangan fajar sebagai upaya memenangkan pemilu. Selain ini melanggar aturan, hal tersebut juga akan merusak tatanan bangunan demokrasi yang telah terbangun dari kesadaran masyarakat.
4. Para kontestan partai politik atau individu yang kebetulan berada di pemerintahan, jangan sekali-kali menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan politik pesonal atau golongan.

Selain hal tersebut diatas, PB HMI juga menyerukan seluruh kader di Indonesia baik di tingkat Komisariat, Cabang dan Badko agar mensosialisasikan dan melaksanakan kebijakan PB HMI di atas. Hal ini kami sampaikan sebagai sebuah refleksi panjang proses pendampingan HMI terkait dengan mewujudkan tatanan demokrasi substansial di Indonesia.

Demikian dan terima kasih

Jakarta, 8 April 2009


PENGURUS BESAR
HIMPUNAN MAHASISWA ISLA

Baca Selengkapnya......

Wednesday, June 18, 2008

Formulir

Formulir pendaptaran LK (Latihan Kader) II Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Bandung. Pelaksanaan pada tanggal 21-29 Juni 2008.

PANITIA INTERMEDIATE TRAINING (LK-II)
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI)
(ISLAMIC ASSOCIATION OF UNIVERSITY STUDENT)
CABANG KABUPATEN BANDUNG

Sekretariat : Pusat Kegiatan (Pusgit), Jl. Permai V/ 18 B Cipadung-Cibiru Bandung 40614.Phone; 085 222 128 186, E-mail: hmi_kab_bandung@yahoo.com Web Site http://hmi-kab-bdg.blogspot.com

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Nomor : 03/A/Sek-Pan/LK-II/06/1429
Lampiran : 1 lembar
Hal : PERMOHONAN DELEGASI
Kepada Yth,
Rakanda /wati
Pengurus HMI
Cabang Se-Indonesia
Di
TEMPAT

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Salam sejahtera teriring do’a, kami sampaikan semoga segala aktifitas dan rutinitas kita berada dalam lindungan dan bimbingan Allah SWT. Amin

Selanjutnya, sehubungan akan dilaksanakannya Intermediate Training (LK-II) Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Bandung. Maka dengan ini kami memohon kesediaan Saudara/I dapat mengirimkan delegasi sebanyak 1 orang, adapun kegiatannya insa Allah akan dilaksanakan pada :

Hari, Tanggal : Sabtu s/d Ahad, 17 - 25 Dzumadil Akhir 1429 H
21 - 29 Juni 2008 M
Tempat : Local Education Centre (LEC) Cicalengka Kab. Bandung
Tema : “Redesain Platform dan Format Gerakan HMI Upaya Menjawab Fenomena Bangsa menuju Masyarakat Madani”

Demikian surat permohonan ini kami sampaikan, atas perhatian dan kesedianya kami haturkan terima kasih.

Billahittaufiq Wal Hidayah
Wassalamu’alaikum Wr.Wb Bandung, 07 Dzumadil Awal 1429 H
13 Mei 2008 M
PANITIA PELAKSANA INTERMEDIATE TRAINING (LK-II) TINGKAT NASIONAL
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI)
CABANG KABUPATEN BANDUNG



DADAN HAMDANI ZAENURI
KETUA SEKRETARIS
Mengetahui,
PENGURUS HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM
CABANG KABUPATEN BANDUNG PERIODE 2007-2008











PANITIA INTERMEDIATE TRAINING (LK-II)
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI)
(ISLAMIC ASSOCIATION OF UNIVERSITY STUDENT)
CABANG KABUPATEN BANDUNG

Sekretariat : Pusat Kegiatan (Pusgit), Jl. Permai V/ 18 B Cipadung-Cibiru Bandung 40614.Phone; 085 222 128 186, E-mail: hmi_kab_bandung@yahoo.com

FORMULIR PENDAFTARAN
Riwayat Hidup
Nama Lengkap : ____________________________
Tempat, Tgl lahir : ____________________________
Alamat : ____________________________

No Kontak : _____________________________
Asal Cabang : _____________________________
PT /Semester : _____________________________
Lulus LK-I Tahun : _____________________________

Pelatihan di HMI
1. ………………… Cabang/Komisariat …………………… Tahun ………………….
2. ………………… Cabang/Komisariat ……………………. Tahun ………………….
3. ………………... Cabang/Komisariat ……………………. Tahun …………………..
4. ………………... Cabang/Komisariat ……………………. Tahun …………………..
5. ………………... Cabang/Komisariat ……………………. Tahun …………………..

Pengalaman Organisasi HMI & Luar HMI
1. ………………... Jabatan …………………… Tahun ………………………..
2. ………………... Jabatan …………………… Tahun ……………………….
3. ………………... Jabatan …………………… Tahun ………………………..
4. ………………... Jabatan …………………… Tahun ……………………….
5. ………………... Jabatan …………………… Tahun ……………………….

Motivasi Mengikuti LK-II : ___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________




, Juni 2008

(_____________________)
Nama Jelas

Baca Selengkapnya......

Proposal

Proposal LK (Latihan Kader) II Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Bandung. Pelaksanaan pada tanggal 21-29 Juni 2008.

A. Dasar Pemikiran
Bangsa Indonesia yang lahir dari sebuah kesepakatan dan cita-cita luhur yang menjujung tinggi akan nilai-nilai egaliter baik itu dalam kehidupan bernegara, agama, politik dll. Semua itu tersirat didalam mukadimah UUD walaupun semua itu lahir diatas perbedaan suku, agama maupun kearipan lokal yang dimiliki oleh setiap daerahnya.

Namun dari paradigma diatas lambat laun sudah mulai terkikis dengan fenomena-fenomena kebangsaan seperti munculnya dis-integrasi, hancurnya toleransi antar agama bahkan toleransi pemahaman di dalam agama. Hal ini dibuktikan dengan beberapa hantaman yang menimpa keutuhan bangunan kepercayaan yang telah dibanggun seperti kasus makar, kasus syara yang terjadi di beberapa daerah di tanah air seperti ambon, palu, dan lain-lain. Serta trend anarkisme dalam menyelesaikan masalah seperti kasus yang menyangkut pemahan individu seiring muncul dan berkembangnya aliran-alirann kepercayaan melalui bentuk pembakaran rumah-rumah ibadah serta tidak jarang terjadi bentrokan pisik. lalu dimana kearipan sosial bangsa ini yang selalu menjungjung nilai-nilai persatuan dan kesatuan sebagi negara yang utuh.

Diskursus seputar masyarakat madani akan sulit mengesampingkan keberadaan konsep ruang public (public sphere). Civil society yang dibangun oleh ruang publik menuntut adanya keterlibatan semua pihak. Dalam konteks inilah hadirnya semangat demokrasi menjadi sebuah keniscayaan untuk menciptakan alur kehidupan masyarakat egaliter dan berkeadilan, yang menempatkan masyarakat pada posisi sosial politik yang sejajar dan memberikan ruang sebesar mungkin terhadap keterlibatan berbagai elemen masyarakat untuk turut serta dalam mewujudkan masyarakat madani (civil society).

Upaya penciptaan model masyarakat semacam itu tentu bukan sebuah hal yang mudah. Untuk itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi elemen mendasar bagi terciptanya sebuah perubahan social (social engineering) di tubuh masyarakat. Secara langsung atau tidak, situasi tersebut mengharuskan kita lebih memperhatikan pelatihan dan pengembangan SDM sebagai salah satu aset paling mendasar yang melekat pada organisasi. Dengan demikian, SDM tersebut menjadi bekal yang mampu diandalkan untuk bersaing dengan para pesaing yang datang tak terbendung dari berbagai tempat di belahan dunia lainnya.

Salah satu hal yang dapat diandalkan untuk menjemput peningkatan kualitas SDM itu adalah dengan tertanamnya perangkat-perangkat lunak (softwares) kepemimpinan dalam diri masyarakat. Namun, hadirnya software dan karakter kepemimpinan dalam diri masyarakat itu bukan merupakan hal yang bisa datang dengan sendirinya, melainkan harus diupayakan secara terencana, berkelanjutan, dan berkesinambungan dengan tidak mengesampingkan adanya pendekatan yang tepat situasi dan kondisi.

HMI sebagai organisasi mahasiswa terbesar yang lahir diantara kondisi keumatan dan kebangsaan telah mengalami proses sejarah panjang serta tantangannya dalam menghadapi segala problematika umat dan bangsa.

Maka dari kondisi itu sudah menjadi keharusan bagi HMI untuk tetap bisa melahirkan kader-kader yang memiliki karakter kepemImpinanan yang bertanggung jawab untuk mewujudkan visi atau cita ideal yang termaktub dalam mission HMI. Sehingga HMI beserta steakholdernya bisa menjadi pengokoh dan pemersatu keutuhan bangsa.

Untuk menjawab dan memberikan solusi terhadap permasalahan di atas, kami, pengurus Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kabupaten Bandung, berupaya dengan sungguh-sungguh merealisasikan usaha yang telah disebutkan melalui Penyelenggaraan Intermediate Training (Latihan Kader II) Tingkat Nasional.

B. NAMA KEGIATAN
Kegiatan ini bernama: “Intermedite Training (Latihan Kader II)” Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Bandung.

C. TEMA KEGIATAN
“REDESAIN PLATFROM DAN FORMAT GERAKAN HMI UPAYA MENJAWAB FENEOMENA BANGSA MENUJU MASYARAKAT MADANI”

D. TUJUAN
-Membentuk kader HMI yang memiliki kesadaran intelektual yang kritis, dinamis, progresif, dan inovatif dalam memperjuangkan misi HMI serta kader yang memiliki kemampuan manajerial dan organisasi
-Terciptanya pemimpin bangsa yang amanah, memiliki kpribadian muslim, cerdas, proposional, serta bertanggung jjawab serta mampu membangun masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT. Terbinanya kader HMI yang mempunyai kemampuan intelektual dan mengelola organisasi sebagai calon pemimpin yang bisa meningkatkan harkat dan martabat bangsa serta mampu menegakkan nilai-nilai moralitas bangsa.
-Menanamkan Nilai Dasar Perjuangan yang berbasis perjuangan soosial
-Mempertajam visi intelektual kader dalam analisa masalah social.

E. LANDASAN KEGIATAN
-Refleksi tafsir Al-Quran berkenaan dengan fitrah manusia (Ar-Rum:30), pengakuan terhadap Tuhan sebagai Zat Pencipta ( Al-Araf : 172) Kesetaraan (Al-Hujarat : 13), Keshalehan Individu maupun Kedalehan Sosial (Al-Qashash : 5 dan Al-Araf : 37)menegakan Kebenaran ( Al-Imron : 110), dan Ikhlas dalam perjuangan ( Al-An’am : 162-163)
-Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) HMI.
-Pedoman Pengkaderan Himpunan Mahasiiswa Islam

F. WAKTU DAN TEMPAT
Tempat : Local Education Center (LEC) Cicalengka
Waktu : Sabtu - Minggu, 21 Juni – 29 Juni 2008

G. MATERI KEGIATAN.
1. Materi Screening
a. Konstitusi HMI.
b. Mission HMI
c. Nilai Dasar Perjuangan
d. Wawasan Nasional
e. MMQ & Baca Tulis Qur’an
f. Makalah
2. Materi Kegiatan LK II terdiri dari :
a. Teori-teori perubahan sosial
b. Pendalaman mission HMI
c. Pendalaman Nilai-nilai Dasar Perjuangan NDP HMI
d. Pendalaman idieopol stratak
e. Pendalaman kepemimpinan dan manajemen organisasi
f. Materi-materi yang mengacu pada tema kegiatan

H. metode pencapaian kegiatan
1. Didalam pengelolaan latihan kader II ( intermediate training) untuk mencapai tujuan dan taget digunakan metode sebagai berikut : ceramah, diskusi, studi kasus (simulasi), presensi dan testing
2. Evaluasi
Untuk mengetahui sejauhmana keberhasilan latihan dan pencapaian target latihan, maka dilakukan evaluasi untuk kemudian ditentukan kelulusan peserta dengan memeperhatikan aspek penilaian:
a. Makalah dan uji makalah
b. Kemampuan intelektual (kekayaan wacana, daya analisis dan kritis)
c. Pemahaman tentang nilai-nilai keislaman dan kebangsaan
d. Pemahaman dan penguasaan missi organisasi
e. Kepemimpinan (sikap moral dan kepekaan social)
f. Disiplin
g. Penugasan (tertulis) dan presensi

I. penilaian kelulusan
bobot penalaian kegiatan ini terbagi menjadi :
1. a. aspek kognitif 40%
b. aspek apektif 30%
c. aspek psikomotorik 30%
2. 0 – 100 = Tidak Lulus
101 – 1100 = Lulus Besyarat
1110 – 1500 = Lulus Cukup
1501 – 2000 = Lulus Memuaskan
J. Peserta kegiatan
Kegiatan ini akan diikuti oleh utusan dari HMI cabang Se-Indonesia sesuai kualifikasi panitia yang memenuhi persyaratan dengan penilaian sebagaimana terlampir

K. Sumber anggaran kegiatan
Dalam kegiatan LK II tingkat nasional HMI cabang Kabupaten Bandung ini kami menggunakan dana yang berasal dari:
1. Kas HMI cabang Kabupaten Bandung
2. Sumbangan instansi pemerintahan dan swasta
3. Sumbangan simpatisan dan alumni HMI
4. Kontribusi peserta
5. Sumber dana yang halal dan tidak mengikat

L. Organisasi kerja
Organisasi kerja LK II tingkat Nasional HMI cabang Kabupaten Bandung ini terdiri dari Master Of Training (MOT) sebagai pemandu jalannya kegiatan, steering commite (SC) sebagai tim pengarah dan Organizing commite (OC) sebagai panitia pelaksana

M. Lampiran – Lampiran.
1. Persyaratan Peserta
2. Susunan Panitia Penyelenggara
3. Aggaran Biaya Kegiatan
4. Agenda Acara
5. Pembagian Sub-Materi

N. Penutup
Demikian proposal ini kami susun sebagaimana acuan pelaksanaan kegiatan Latihan Kader II (Intermedite Training) Tingkat Nasional HMI Cabang Kabupaten Bandung untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya, serta sebagai pertimbangan berbagai pihak dalam memberikan bantuan. Semoga kegiatan ini mampu memberikan kontribusi dan sumbangsih yang positif dalam pengembangan Sumber Daya Insani pembangunan bangsa. Semoga apa yang kita berikan dan lakukan mendapat Ridha Allah SWT. Amin

Billahitaufiq Walhidayah

Wassalu alaikum Wr. Wb.

Bandung, 01 Jumadil Awal 1429 H
07 Mei 2008 M

PANITIA PELAKSANA INTERMEDITE TARINING (LKII)
TINGKAT NASIONAL
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM
(HMI) CABANG KABUPATEN BANDUNG



Dadan Hamdani
Ketua OC

Zaenuri
Sekretaris
Mengetahui,
PENGURUS HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI)
CABANG KABUPATEN BANDUNG




KHOERUZZAMAN
KETUA UMUM

Lampiran I
PERSYARATAN PESERTA
INTERMEDITE TRAINING ( LKII ) TINGKAT NASIONAL
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI)
CABANG KABUPATEN BANDUNG

PERSYARATAN
A. Persyaratan Umum.
1. Mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan panitia.
2. Menginformasikan tentang keikutsertaan sebagai peserta kepada panitia 5 (lima) hari sebelum tanggal pelaksanan.
3. Menyerahkan surat mandate atau rekomendasi dari pengurus HMI cabang asalnya masing-masing.
4. Menyerahkan pas fhoto 3x4 sebanyak 4 lembar
5. Membayar kontribusi sebesar Rp. 100.000,- (Seratus Ribu Rupiah)
6. Peserta wajib terlebih dahulu mengikuti Screening
7. Peserta yang kurang memenuhi persyaratan dinyatakan tidak berhak menjadi peserta LK II HMI Cabang Kabupaten Bandung.
8. Demi efektifitas, panitia membatasi jumlah peserta.

B. Peryaratan Khusus.
1. Anggota HMI yang telah 6 (enam) bulan lulus LK I (Basic Training) dibuktikan dengan menyerahkan sertifikat LK I
2. Wajib membuat makalah dengan ketentuan sebagai berikut:
 Makalah sesui tema yang telah ditentukan oleh panitia, pada masing-masing cabang.
 Makalah diketik rapih minimal 15 lembar, kertas A4, karakter huruf Times New Roman, size 12, Line spasi 1,5
 Makalah dibuat 3 rangkap.
 Makalah dibuat dengan kaidah karya tulis Ilmiah.
 Referensi pendukung makalah min 5 buku ( tidak termasuk artikel,Koran,dan internet.) dan dibawa saat Screening.
 Makalah diterima paling lambat satu hari sebelum screening peserta.
3. Panitia tidak melayani peserta yang tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.
4. Sanggup menaati peraturan yang telah dibuat oleh panitia.



Lampiran II

SUSUNAN KEPANITIAAN
INTERMEDITE TRAINING (LK II) HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI) CABANG KABUPATEN BANDUNG

Penanggung Jawab : Ketua Umum HMI Cab. Kabupaten Bandung
KHORUZZAMAN

Master Of Training : Subekti, S.H
Hilman Wahyudi, S.Pd.I
Diki Abdul Qodir, S.Pd.I
Dudi Rustandi, S.Sos.I
Ecef Khoerullah, S.H.I
Adi ginanjar
Steering Commite
Koordinator
Sekretaris

: Fahmi Fajar Mustopa
: Hilda Kurniawan
Anggota : Dedi Nurdiansyah
Gaga Abd. Sihab
Pepen Supendi
Subhan Munawar
Siti Nurhilal
Husni Mubarok
Richa Siti Nurhayati
M. Isa Ansori
Brevo Yan Hadiansyah
Andri Hendrawan
Yuyun Yuningsih
Dadan (Ex. Officio) Samsul Komar
Soleh Nurdin
Heryadi
Utami Dewi
Sovi Sobriani
Hendri Setiawan
Abd Hamid


Organizing Commitee

Koordinator
Sekretaris
Bendahara : Dadan
: Zaenuri
: Winy Fitriani

Sie. Kesekretariatan

Jatnika*
Widia Sari
Neng Permata
M. Risjan
Adi Sopamdi


Sie. Pubdekdok

Deni Priyana*
Anggun C.
Azis Muslim
Yuni M


Sie. Keamanan

Aziz Hatala*
Arif Noorman

Sie. Dana usaha

Fadlan Fauzan Nur*
Adi Nandi
Taufik Nuryadin
Nur
Yevi Kusniawan
Hanita

Sie. Acara

Kahpiana *
Awaliya fajriah
Cecep Syarif
Eni
Pipit
Rani Rahmawati

Sie. Konsumsi

Azhari*
Sopiansyah
Yolanda Agustina
Yofie
Indah
Zahara
Eva

Sie. Humas
Karim*
Aim Abdul
Agis Imani JG.
Furi Lestari
Ajeng L


Lampiran III
ANGGARAN BIAYA KEGIATAN
INTERMEDITE TRAINING (LK II) HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI)
CABANG KABUPATEN BANDUNG

A. ADMINISTRASI DAN KESEKRETARIATAN
No Kebutuhan Volume Ukuran Harga Jumlah
1 Kop surat panitia 1 rim @ 100.000 Rp 100.000 Rp 100.000
2 Amplop 2 slop @ 30.000 Rp 60.000 Rp 60.000
3 Penggandaan proposal 150 @ 5.000 Rp 750.000 Rp 750.000
4 Pengiriman proposal 100 @ 3.000 Rp 300.000 Rp 300.000
5 Kertas HVS 2 rim @ 35.000 Rp 70.000 Rp 70.000
6 Tinta printer 2 boks @ 100.000 Rp 200.000 Rp 200.000
7 Stempel dan bak 1 set @ 50.000 Rp 50.000 Rp 50.000
8 Spidol white board 10 buah @ 5.000 Rp 50.000 Rp 50.000
9 Kertas buram 2 rim @ 10.00 Rp 20.000 Rp 20.000
10 Ball point 100 buah @ 1.000 Rp 100.000 Rp 100.000
11 Map 200 buah @ 1.500 Rp 300.000 Rp 300.000
12 Co card peserta&panirtia 200 buah @ 1.000 Rp 200.000 Rp 200.000
13 Blok note 200 buah @ 2.000 Rp 400.000 Rp 400.000
14 Stiker 200 buah @ 2.000 Rp 400.000 Rp 400.000
15 Plakat 200 buah @ 50.000 Rp 1.000.000 Rp 1.000.000
16 Sertifikat&piagam 200 buah @ 1.000 Rp 200.000 Rp 200.000
17 Penggandaan makalah 200 buah @ 5.000 Rp 1.000.000 Rp 1.000.000
Jumlah Rp 5.530.000

B. KONSUMSI
No Kebutuhan Volume Ukuran Harga Jumlah
1 Makan peserta dan panitia 298 x 3 x 7 @ 5.000 Rp 31.290.000 Rp 31.290.000
2 Snack pembukaan 120 box @ 3.000 Rp 360.000 Rp 360.000
3 Snack pembicara& moderator 51 orang @ 5.000 Rp 255.000 Rp 255.000
Jumlah Rp 31.905.000


C. AKOMODASI DAN TRANSPORTASI
No Kebutuhan Volume Ukuran Harga Jumlah
1 Sewa gedung /aula 7 hari @ 500.000 Rp 3.500.000 Rp 3.500.000
2 Sewa kamar 20 kamar x 7 @ 50.000 Rp 70.000.000 Rp 70.000.000
3 Transportasi pemateri 20 orang @ 400.000 Rp 8.000.000 Rp 8.000.000
4 Transportasi panitia 7 hari @ 350.000 Rp 2.450.000 Rp 2.450.000
5 Transportasi pengiriman surat 124 cabang @ 100.000 Rp 1.240.000 Rp 1.240.000
Jumlah Rp 81.890.000


D. PUBLIKASI, DOKUMENTASI, DAN KOORDINASI
No Kebutuhan Volume Ukuran Harga Jumlah
1 Spanduk 3 buah @ 75.000 Rp 225.000 Rp 225.000
2 Sewa kamera, kaset dan edit 1 paket @ 200.000 Rp 200.000 Rp 200.000
3 Film dan cuci cetak 5 rool @ 75.000 Rp 375.000 Rp 375.000
4 Bendera HMI 20 buah @ 30.000 Rp 600.000 Rp 600.000
5 Voucher koordinasi 30 buah @ 55.000 Rp 1.650.000 Rp 1.650.000
6 Kaos peserta dan panitia 160 buah @ 50.000 Rp 8.000.000 Rp 8.000.000
Jumlah Rp 11.050.000


REKAPITULASI
No Seksi Jumlah
1 Administrasi dan kesekretariatan Rp 5.530.000
2 Konsumsi Rp 31.905.000
3 Akomodasi dan transportasi Rp 81.890.000
4 Publikasi, dokumentasi dan koordinasi Rp 11.050.000
Jumlah Rp 130.375.000
Terbilang : “seratus tiga puluh juta lima puluh ribu rupiah”



Lampiran IV
MANUAL ACARA
INTERMEDIATE TRAINING (LK II) HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI)
CABANG KABUPATEN BANDUNG

Sabtu - Minggu, 7- 8 Jumadil Akhir 1429 H/ 21 - 22 Juni 2008 M
Waktu Acara Penanggung jawab
08.00 – 24.00 Registrasi dan Screening Peserta OC dan MOT

Senin, 9 Jumadil Akhir 1429 H/ 23 Juni 2008 M
WAKTU ACARA Penanggung Jawab/Moderator
07.00 - 09.00
Opening Ceremony
OC
09.00-11.00 Studium General:
“Redesain Platform dan Format Gerakan HMI: Upaya Menjawab Fenomena Bangsa menuju Masyarakat Madani”

Oleh : Drs. Adib Zein
( Presidium KAHMI Jabar )
OC
11.00 -12.00 Pengumuman hasil screening, Orientasi Training dan kontrak Belajar
MOT
12.00 – 13. 00 SOLISKAN OC
13.00 – 15. 00 Mission HMI
“Posisi dan Kontribusi HMI dalam Percaturan Isu-isu Kebangsaan Kontemporer”
(A)
Fajar R. Zulkarnain (Ketum PB HMI)
Dudi Rustandi S.Sos.I
15. 00 – 15. 30 Solis OC
15. 30 – 17. 30 Kepemimpinan
“Membangun Formasi Kepemimpinan Muda untuk Kebangkitan Bangsa”
(B)
Drs. Dadang Naser, S.Ip Ecep Khoirullah S.H.I
17. 30 - 18. 30 Ishoma OC
18. 30 - 20. 30 “Sistem Ekonomi Syariah sebagai Media Umat dalam Menghadapi tantangan Ekonomi Global”
(C)
Prof. DR. Jaih Mubarok M. Si Diki Abdul Qodir S.Pd.I
20. 30 - 22. 30 Pendalaman NDP
“Menafsir dan Menginternalisasi NDP: Upaya Menumbuhkan Kesalehan Sosial”
(D)
Mulyawan, M. Ag., MM.
Nurdin,STh.I Hilman Wahyudi S. Pd.I

22. 30 – 07. 30 Istirahat OC


Selasa, 10 Jumadil Akhir 1429 H/ 24 Juni 2008
WAKTU MATERI Penanggung Jawab/
Moderator
07. 00 – 08. 00 Olah raga, Sarapan dan Aktivitas Pribadi OC
08. 00 – 10. 00 Dilema Pemberantasan Korupsi: Antara Supremasi Hukum dan Dekapan Interes Politik
(E)
Oyo Sunaryo Mukhlas Ende Hasbi,
SH
10. 00 – 12. 00 Tinjauan Histories Kemunduran HMI dan Proyeksi HMI baru
(F)
Dr. Asep Saeful Muhtadi, MBA Ues Fathoni, M. Ag
12. 00 – 13. 00 Isoma OC
13. 00 – 14. 00 Presentasi Makalah MOT
14.00 – 16. 00 “Paradigma Kedewasaan Berbangsa Dan Bernegara”
(G)
Prof. Dr. Nanat Fatah Natsir, M.S
(Rektor UIN SGD Bandung) Saeful Uyun,
S. Pd.I
16. 00 – 16.30 Sholis OC
16. 30 – 18. 30 Islam sebagai Rahmatan lil’alamin (Problematika aliran-aliran keagamaan di Indonesia)
(H)
Dr. Miftah Faridl
Prof. Dr. Dadang Kahmad, M.Si H. Dindin Jamaluddin, M.Ag
18. 30 – 19. 30 Sholiskan OC
19. 30 – 21. 30 Misi Parpol-parpol Islam dalam Memecahkan Problematika Keumatan
(I)
DPD PAN, PKB, PBB, PPP, PKS Burhanudin Hamnach, MH
21. 30 – 23. 30 Presentasi Makalah Mochamad Lili, SH.i
23. 30 – 00. 00 Rehat Intelektual OC



Rabu, 10 Jumadil Akhir 1429 H/ 25 Juni 2008 M
WAKTU MATERI Penanggung Jawab/
Moderator
07. 00 – 08. 00 Olah raga, dan sararapan pagi OC
08. 00 – 10. 00 Fenomena Selebritis dalam Kancah Politik dan Kepemimpinan Bangsa
(J)
DR. Fauzan Ali Rasyid, M. Si
Dede Yusuf ( Wagub Jabar) Radea, M.Hum
10. 00 – 12. 00 Dialog Kemahasiswaan Menyoal 10 tahun Perjalanan Reformasi dan Polarisasi Gerakan Mahasiswa
(K)
HMI, PMII, KAMMI, IMM,GMKI, GMNI Utang Rosyidin, SH
12. 00 – 13. 00 Istirahat Solat, Makan OC
13. 00 – 14. 00 Presentasi Maklah MOT
14. 00 – 17. 00 Ideo pol stratak :
Memformat Ulang Desain Platform Gerakan HMI
(L)
Deding Zamakhsyari (Kabid PTKP PB HMI) Guntur,
S.Pd.I
17.00 – 18.30 Dinamika Kelompok MOT
18. 30 – 19. 30 Sholiskan OC
19. 30 – 21. 30 Fragmentasi Elit Politik dalam Pemilu 2009
(M)
Dadang Naser, S.Ip
Fahmi Fajar Mustopa S. Pd.I
21.30 – 23.30 Presentasi Maklah MOT
23. 30 – 07. 00 Istirahat OC

Kamis, 11 Jumadil Akhir 1429 H/ 26 Juni 2008 M
WAKTU MATERI Penanggung Jawab/
Moderator
07. 00 – 08. 00 Sarapan Pagi OC
08. 00 – 10. 00 Sistem Pertahanan Rakyat terhadap intervensi Negara Asing dan Percaturan Politik Global
(N)
PANGDAM SILIWANGI
KAPOLDA JABAR Sayan Suryana,
S. Sos
10. 00 – 13. 00 Peningkatan kualitas hasil pertanian sebagai asset menciptakan swa-sembada pangan
(O)
Prabowo Subianto (Ketua Umum HKTI)
Prof. Dr. Sholeh (Guru Besar IPB) Bekti Firmansyah, S.H
13. 00 – 14. 00 Isoma OC
14. 00 – 15. 30 Presentasi Makalah MOT
15.30 – 16.00 Isho OC
16. 00 – 18. 00 “Membaca Struktur Dunia dalam Perebutan Sumber Daya Energi”
(P)
Pra. Arief Natadiningrat, SE. (Anggota DPD RI)
Dr. Rizal Ramli Sofyan Munawar, S.Sos
18.00 – 19.00 Isoma OC
19.00 – 21.00 Dinamika Kelompok MOT
21.00 – 23.00 Presentasi Makalah MOT
23.00 – 07.00 Istirahat OC


Jum’at, 11 Jumadil Akhir 1429 H/ 27 Juni 2008 M
WAKTU MATERI Penanggung Jawab/ Moderator
07. 00 – 08. 00 Sarapan pagi
08. 00 – 11. 00 Pendalman NDP II
Islam sebagai Landasan Nation Character Building (Tinjauan Teologis dan Filosofis)
(Q)
Dr. Yudi Latief
Dr. Nadjib (KAHMI) A. Rahmanur Aziz, M.Ag
11. 00 – 13. 00 Isoma OC
13.00 – 14.30 Presentasi Makalah MOT
14. 30 – 16. 30 Peran wanita Masa Kini di tengah Morality Crisis
(R)
Ira Sahiroh, S.Sos.I
( KOHATI BADKO JABAR)
Yeni Huriah
Ricka Siti Nurhayati.
16.30 – 18.30 Kenaikan Harga BBM : Solusi atau Bencana ?..
(Analisis Kritis terhadap Kebijakan Pemerintah)
(S)
DR. Deding Ishak, M. Si (Anggota DPR RI)
Huliman Abdul Ghofur, S. Sos (Anggota DPRD Sumedang) Heris Hermawan,
M. Ag
18.30 – 19.30 Isoma OC
19.30 – 21.30 Quo Vadis Calon Independen (Menyoal Undang- Undang Parpol No.10 Th. 2008)
(T)
Drs. H. Ferry Mursyidan Baldan (Ketua PANSUS RUU Partai Politik DPR RI)
TB.Iman Ariyadi, M.M
(Anggota DPRD Banten) Iwan Setiawan, M.Pd
21.30 - 23.30 Presentasi Makalah MOT
23.30 – 07.00 IStirahat OC




Sabtu, 12 Jumadil Akhir 1429 H/ 28 Juni 2008 M
WAKTU MATERI Penanggung Jawab/Moderator
07. 00 – 08. 00 Olah raga dan sarapan pagi
08. 00 – 11. 00 Menumbuhkan Potensi Enterpreunersip kader HMI
(U)
Dinas KUKM Provinsi Jabar
DR. Mursyidin, M. Pd Uu Nurul Huda
11. 00 – 13. 30 Pasang Surut Perjalanan Pendidikan Indonesia (Refleksi HARDIKNAS)
(V)
Prof. DR. Ahmad Tafsir
(Guru Besar UIN Bandung)
Prof. DR. Dedi Mulyasana (Guru Besar UNINUS) Sarif Muslim
13. 30 – 14. 30 Membongkar epistimologi pemikiran Islam Fundamentalis dan Liberal
(W)
Prof. Dr. Afif Muhammad, MA
(Direktur Pasca Sarjana UIN SGD Bandung)
Radea J.A Hambali, M. Hum Zaenal Mufti,
M. Ag
14. 30 – 16. 30 Menggagas Sistem Investasi Sehat : Strategi Peningkatan Pajak Negara
(X)
Asri Harahap Nurhamzah,
M. Ag
18.30 – 19.30 Isoma OC
19.30 – 21.30 Presentasi Makalah MOT
21.30- 23.30 Peran KPU dalam mengawal Demokratisasi Politik Indonesia
(Y)
Ferry Kurnia R(Anggota KPU Jabar)
Osin Permana (Anggota KPU Kab. Bandung)
Asep Sahid
23.30 – 07.00 Istirahat







Ahad, 13 Jumadil Akhir 1429 H / 29 Juni 2008
WAKTU MATERI WAKTU
07. 00 – 08. 00 Olah raga dan sarapan pagi
08. 00 – 11. 00 Proyeksi Otonomi Daerah serta Peran Strategis DPD dalam Menciptakan Kesejahteraan Masyarakat
(Z)
Ir. Ginanjar Kartasasmita
Saehudin
11. 00 – 12. 00 Evaluasi Keseluruhan MOT
12. 00 – 15. 00 Taaruf, Hiburan, dan lain-lain. OC
15. 00 – 15. 30 Shalat OC
15.30 – 16.30 Closing Ceremony OC
16.30 – 17.30 Cek Out and Go Home OC

Keterangan :
Sewaktu-waktu jadwal dan pemateri bisa berubah, tanpa pemberitahuan.



Lampiran V

DAFTAR PESERTA
INTERMEDITE TRAINING (LK II) HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI)
CABANG KABUPATEN BANDUNG

NO NAMA CABANG/BADKO kode makalah Jumlah utusan
BADKO HMI NAD
1 HMI Cabang Banda Aceh A 1
2 HMI Cabang Lhokseumawe B 1
3 HMI Cabang Takengon C 1
4 HMI Cabang Langsa D 1
5 HMI Cabang Meulaboh E 1
6 HMI Cabang Tapak Tuan F 1
7 HMI Cabang Kota Jonto Aceh Besar G 1
BADKO HMI SUMATERA UTARA
8 Hmi Cabang Medan H 1
9 HMI Cabang Binjai I 1
10 HMI Cabang Langkat J 1
11 HMI Cabang Kisaran Asahan K 1
12 HMI Cabang Pematang Siantar-Simalungan L 1
13 HMI Cabang Padang Sidempuan 1
BADKO HMI SUMATERA BARAT M
14 HMI Cabang Padang N 1
15 HMI Cabang Bukit Tinggi O 1
16 HMI Cabang Paya Kumbuh P 1
17 HMI Cabang Padang Panjang Q 1
18 HMI Cabang Pariaman R 1
BADKO HMI RIAU-KEPRI
19 HMI Cabang Pekan Baru S 1
20 HMI Cabang Tembilahan T 1
21 HMI Cabang Tanjung Pinang U 1
22 HMI Cabang Batam V 1
23 HMI Cabang Persiapan Natuna W 1
BADKO SUMBAGSEL
24 HMI Cabang Palembang X 1
25 HMI Cabang Indralaya Y 1
26 HMI Cabang Lubuk Linggau Z 1
27 HMI Cabang Jambi A 1
28 HMI Cabang Muara Berlian B 1
29 HMI Cabang Bangko C 1
30 HMI Cabang Pangkal Pinang D 1
31 HMI Cabang Bandar Lampung E 1
32 HMI Cabang Metro F 1
33 HMI Cabang Kota Bumi G 1
34 HMI Cabang Bengkulu H 1
35 HMI Cabang Kerinci I 1
BADKO JABOTABEKA BANTEN
36 HMI Cabang Jakarta Timur J 1
37 HMI Cabang Jakarta Pusat-Utara K 1
38 HMI Cabang Jakarta Selatan-Barat L 1
39 HMI Cabang Cilegon M 1
40 HMI Cabang Depok N 1
41 HMI Cabang Ciputat O 1
42 HMI Cabang Bekasi P 1
43 HMI Cabang Serang Q 1
44 HMI Cabang Bogor R 1
BADKO JAWA BARAT
45 HMI Cabang Purwakarta S 1
46 HMI Cabang Karawang T 1
47 HMI Cabang Kab.Bandung U,A,E,F 10
48 HMI Cabang Bandung V 1
49 HMI Cabang Jatinangor-Sumedang W 1
50 HMI Cabang Garut X 1
51 HMI Cabang Cirebon Y 1
52 HMI Cabang Indramayu Z 1
53 HMI Cabang Majalengka A 1
54 HMI Cabang Tasik B 1
55 HMI Cabang Ciamis C 1
56 HMI Cabang Kuningan D 1
57 HMI Cabang Subang E 1
58 HMI Cabang Sukabumi F 1
59 HMI Cabang Cianjur G 1
BADKO HMI JAWA TENGAH-DIY
60 HMI Cabang Semarang H 1
61 HMI Cabang Salatiga I 1
62 HMI Cabang Pekalongan J 1
63 HMI Cabang Yogyakarta K 1
64 HMI Cabang Magelang L 1
65 HMI Cabang Purwokerto M 1
66 HMI Cabang Surakarta N 1
BADKO HMI JAWA TIMUR
67 HMI Cabang Surabaya O 1
68 HMI Cabang Malang P 1
69 HMI Cabang Jember Q 1
70 HMI Cabang Ponorogo R 1
71 HMI Cabang Kediri S 1
BADKO HMI NUSA TENGGARA
72 HMI Cabang Mataram T 1
73 HMI Cabang Kupang U 1
74 HMI Cabang Denpasar V 1
BADKO HMI KALIMANTAN BARAT
75 HMI Cabang Pontianak W 1
76 HMI Cabang Singkawang X 1
77 HMI Cabang Sintang Y 1
BADKO HMI KALIMANTAN TIMUR
78 HMI Cabang Samarinda Z 1
79 HMI Cabang Balik Papan A 1
80 HMI Cabang Tenggarong Z 1
BADKO HMI KALIMANTAN SELATAN
81 HMI Cabang Banjarmasin B 1
82 HMI Cabang Palangkaraya C 1
BADKO HMI SULTENGGO
83 HMI Cabang Manado D 1
84 HMI Cabang Gorontalo E 1
85 HMI Cabang Palu F 1
BADKO HMI SULSELRA
86 HMI Cabang Makasar G 1
87 HMI Cabang Makasar Timur H 1
88 HMI Cabang Soppeng I 1
BADKO HMI MALUKU-MALUKU UTARA
89 HMI Cabang Ambon J 1
90 HMI Cabang Tual K 1
91 HMI Cabang Ternate L 1
BADKO HMI PAPUA
92 HMI Cabang Jaya Pura M 1
93 HMI Cabang Merauke O 1
Jumlah 101




Alamat : Pusat Kegiatan (Pusgit). Jln Permai V No !8 B Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Bandung 40614. (Belakang Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

Rute Perjalanan :
1. Dari Bandara Husain Sastranegara Bandung, Naik angkot Jurusan Terminal Leuwi panjang, terus lihat dibawah
2. A. Dari Terminal Leuwi Panjang naik Damri AC jurusan Leuwi Panjang – Cibiru
turun di depan kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
B. Dari Terminal Leuwi Panjang naik angkot 05 jurusan Leuwi Panjang – Cicadas
Turun di samsat, terus naik angkot jurusan Cicadas – Cibiru Turun di bunderan cibiru, jalan kearah Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
3. Dari terminal Cahuem naik jurusan Caheum – Cileunyi, turun di depan Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
4. Dari Cileunyi naik angkot jurusan Cileunyi – Cibiru Turun didepan Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung
5. Dari Stasiun Hall Bandung, naik angkot ST. Hall – Gede bage turun di gede bage, naik angkot jurusan cicadas – Cibiru turun di bunderan cibiru, terus jalan kearah kampus Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung
6. Apabila ada kebingungan masalah rute perjalanan telephon nomor yang ada di belakang cover.

Baca Selengkapnya......

Sunday, December 16, 2007

Indon VS Melayu

Kala Acara Topik Ketiban SMS (Sort Masage Service)
Oleh Ibn Ghifarie

Di saat malam mulai beranjak gelap dan menyelimuti dinginya udara, kucoba meneruskan pekerjaan yang sempat tertunda beberapa jam. Pasalnya, temen-temen lagi kena sindrom geam bola.

Tak pelak, ngedit naskah ‘Melawan Arus; Pergulatan Pemikiran Kaum Minoritas’ pun sempat terbengkalai. Belum lagi, kawan-kawan yang lain menuntut kesediaanku untuk bersedia mengisi pelatihan jurnalistik dan pentingnya melek internet.

Kala itu, sedang asyik-asiknya medit tulisan. Sekoyong-konyong mataku mulai pudar melototi monitor, bahkan berpaling ke acara televisi. Kebetulan siaran yang aku liat ‘Topik’ Minggu Ini (SCTV). Rasanya, akan menarik materi yang akan diulas malam ini.

Memang betul, ‘Topik’ ini bertajuk ‘RI-Malayasia : Bertengkar Hingga Duni Maya’ dengan menghadirkan Narasumber; Enda Nasution, Presiden Blogger Indonesia, Karim Raslan, kolumnis asal Malaysia dan politisi Partai Amanat Nasional, Alvin Lie, Rabu (12/12).

Kebanjiran SMS (Sort Masage Service)
Tiba-tiba aku dikagetkan dengan deringan suara Handphoneku petanda ada pesan yang masuk. Tanpa basa-basi kubuka pesan singkat itu, ‘Bang Bul (Buled sapaan akrabku-red) di SCTV aya perang Blogger Malayasia versus Indonesia, tulis Dian Bendum (Bendahara Umum) LPIK (Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman) Bandung.

Sejurus kemudiaan pesan singkat pun terus berdatangan kepadaku ‘Mas, mohon minta tanggapannya tentang pertengkaran para Blogger Malayasia dan Indonesia? Makasih. Anonim yang tak menyebutkan namanya.

Kang, nyuhunkeun pendapatna ngenaan ribut Blogger Indonesia sareng Malayasia soal Reog Ponorogo, Rasa Sayange. Cing kumaha saur Akang, SMS (Sort Masage Service ) kawanku.

Ayo gimana tanggapanya tentang keributan di dunia maya (blogger Indonesia dan Malayasia)? Ditunggu balasanya ya?, rekanku yang lainya.

Di Mata Serdadu Blogger
Tak ayal, ucapan permohonan tanggapan itu menghentakan perasaanku. Betapa tidak, aku mulai tak mengupdate Blogku karena asyik belajar ngedit naskah dan satu lain hal. Apalagi pascapemutusan koneksi web.idku oleh Pandi (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia), sebab belum diperpanjang.

Memang ku akui, beberapa tahun ini aku mulai akrab dengan dunia blog. Hingga beberapa kawanku memberikan julukan ‘bloggger yang handal’. Jujur saja, aku masih belum menguasai media online ini, tapi keukeuh peuteukeuh rekan-rekanku memanggil sebutan itu. Entah karena pernah mengelola beberapa blog atau bertukar pengalaman soal weblog.

Adalah berjubelnya pesan singkat soal perseteruan para Blogger antara Indonesia dan Malayasia merupakan satu bukti kepercayaan sahabat-sahabatku soal dunia cyber. Terutama berkenaan dengan blog.

Tak disangka-sangka, Oval aktivis jarIK (Jaringan Islam Kampus) Bandung yang berada disampingku mengawali pembicaraanya dengan melontarkan pertanyaan ‘Wah…gimana tanggapanya menurut Serdadu Blogger (Pegiat sekaligus Bloggermania--red) soal perseteruan antara para Blogger Indonesia dan Malayasia,’ cetusnya.

Tentu tak ada jawaban dariku, selain kata ‘Tinggali wae acara ieu’ pan aya Presiden Blogger Indonesia,’

Menanggapi hal ini, Presiden Blogger Indonesia Enda Nasution menilai perang blog ini tak perlu terjadi. "Situs http://www.ihateindon.blogspot.com/sudah melanggar term condition penyedia layanan blog," ujar Enda.

Menurut Karim Raslan, kolumnis asal Malaysia, salah satu penyebab meruncingnya hubungan Indonesia-Malaysia adalah banyaknya warga Indonesia yang datang ke Malaysia. "Ini menjadi masalah sosial buat Malaysia," ungkap Karim.

Benarkah ketidakharmonisan kedua negara serumpun ini adalah kelanjutan sejarah atas konflik yang selalu mewarnai hubungan kedua negara? Mulai dari era Sukarno hingga saling klaim hak cipta ? (Liputan 6 SCTV)

Stop Peperangan Antar Blogger
Maraknya situs yang dibuat oleh para blogger Malaysia. Isinya, kecaman dan hujatan atas Indonesia. Sebaliknya, sejumlah blogger asal Indonesia juga menumpahkan kemarahan yang sama.

Sejatinya kita kudu mengamini pernyataan Enda Nasution, seharusnya kita tidak membalas kebencian dengan kebencian, tapi menjembatani keduanya, demikianlah harapan Presiden Blogger Indonesia saat menutup perbincangan ‘Topik’ tersebut.

Malam mulai merayap. Suara jangkrik pun ikut memiahkan malam. Rasa ngantuk tak kunjung datang. Malah asyik membaca SMS sekaligus membuat coretan sambil berucap ‘Stop Peperangan Antar Blogger’’. Semoga hubungan Indonesia-Malayasia semakin harmonis, buka anarkis. Hidup Blogger [Ibn Ghifarie]

Cag Rampes, Pojok Sekre Kere, 13/12/00;14.16 wib

*Penulis Mahasiswa Studi Agama-Agama Fakultas Filsafat dan Teologi UIN SGD Bandung dan Koord Pots LPIK (Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman) Bandung

Baca Selengkapnya......

Saturday, November 10, 2007

Makna Al-Qur'an

I'jaz Al-Quran
Shubhan AL-Munawwar

MemperingatiNuzulul Quran 1428 H
Sebagai sebuah kitab suci yang menuntut keyakinan dari penganutnya, kewahyuan al-Qur’an selalu diuji akan kebenarannya. Dalam sejarah di masa sahabat sendiri terjadi seorang yang bernama Musailamah al-Kadzab mencoba membuat ayat-ayat untuk menantang ketinggian bahasa al-Qur’an dari sisi sastranya.

Susunan yang dibuat oleh Musailamah ini telah banyak mendapat tantangan dan cemoohan bagi bangsa Arab, baik mereka yang mengerti maupun yang tidak mengerti sastra, baik susunan bahasanya yang janggal maupun isi dan maknanya yang dangkal, sehingga tidak dapat menarik simpati dari bangsa dan golongannya sendiri. Seiring dengan perkembangan zaman, tantangan akan kebenaran wahyu al-Qur’an bukan hanya pada sisi bahasa, makna dan sastra.

Kecanggihan super teknologi hasil kemajuan sains pun sepertinya masih penasaran dengan kemu’jizatan al-Qur’an, wahyu yang diterima Nabi melalui perantara Jibril ini. Al-Qur'an bukanlah kitab ilmu pengetahuan alam, arsitek, iptek, atau fisika. Tapi al-Qur'an adalah kitab petunjuk atau pembimbing untuk pembaharuan dan perbaikan.

Namun demikian ayat¬-ayatnya tidak terlepas dari isyarat-isyarat tentang masalah-masalah alam semesta, kedokteran, geografi, geologi, biologi, dan yang lainnya yang semuanya menunjukan kemu'jizatan al-Qur'an dan kedudukan dari wahyu Allah Swt. Itulah yang kemudian Menurut Mahmud Ibn Alwi al-Maliki dalam kitab al-Zubdat al-Itqan al-Qur’an sebagai mu'jizat karena manusia telah dikalahkan sehingga tidak mampu untuk mendatangkan yang sama dengannya.

A. PENDAHULUAN
Dari tahun ke tahun bahkan telah lima belas abad lamanya. Al-Qur'an sanggup menjawab tantangan zaman hal ini diasumsikan oleh karma A1-Qur'an sendiri sebagai sumber pengetahuan yang ditulis dengan indah dan gaya bahasa yang tinggi tanpa terukur dan tanpa batas (Ahmad Mahmud Soliman, 1985:43). Al-Qur'an sendiri memperkenalkan dirinya dengan berbagai ciri dan sifat, salah satu diantaranya adalah bahwa isi merupakan kitab yang keotentikannya dijamin oleh Allah dan is adalah kitab yang selalu dipelihara (Quraish Shihab, 1994: 1). Dalam Al-Qur'an sendiri Allah menegaskan, Inna nahnu nazzalna al-dzikra wa inna lahu lahafizhun, (Sesungguhnya kami yang menurunkan Al-Qur'an dan kamilah yang akan memeliharanya).

Sisi lain dari kehebatan al-Qur'an, tak pernah ada nama dan peneliti baik masa dulu atau modem yang telah berhasil meliput seluruh segi i'jaz Al-Qur'an. Akhir dari apa yang mereka pahami itu adalah bahwa mereka membahas segi-segi i'jaz Al-Qur'an yang disampaikan dalam bahasa mereka dan sejauh batas kemampuan mereka serta keilmuaan mereka.
Penulis yakin semakin maju zaman dengan penelitian yang terus menerus terhadap Al-Qur'an, maka akan semakin tampak segi-segi i'jaz yang barn vang tidak diketahui sebelumnya.
Artikel ini mencoba menguraikan hal-hal yang berkaitan dengan pengertian i'jaz a-Qur'an, baik ditinjau dari aspek bahasa, makna, dan aspek sosiologis dulu dan kekinian, sehingga akan memperjelas sampai di mana kemu'jizatan al-Qur'an tersebut sebagai wahyu Ilahi.

B. MAKNA I'JAZ AL-QUR'AN
Kata diambil dari bahasa Arab. yang berarti 'melemahkan atau men jadikan tidak mampu. sedang pelakunva (yang melemahkan) dinamai mu’jiz. Kata mu'jizat ditambah to marbuthah menjadi mu'jizat, menurut Quraish Shihab, mengandung makna mubalaghah (superlatif) yakni menunjukan kemampuannya melemahkan pihak lain sangat menonjol sehingga mampu membungkam lawan, (Quraish Shihab, 1998:23) atau al-I’jaz ialah al- itsbatul a’jaz (menetapkan bahwa ia melemahkan lawannya). Al-Ajuru ialah dhiddhul al-qudaru, kebalikan dari mampu, yaitu tidak dapat melakukan sesuatu bila sudah diakui, bahwa sesuatu bersifat dengan al-i'jaz, atau melemahkan maka pastilah is mempunyai kemampuan (Kahar Masyhur, 1992:142).

Menurut Mahmud Ibn Alwi al-Maliki (t.t.:l 18) dalam kitab al-Zubdat al-Itqan dinamakan mu'jizat karena manusia telah dikalahkan sehingga tidak mampu untuk mendatangkan yang sama dengannya. Sebab mu'jizat berupa hal-hal yang bertentangan dengan kebiasaan, keluar dari batas-batas faktor yang diketahui, ia juga mengatakan mu'jizat adalah hal yang diluar kebiasaan yang disertai dengan tantangan dan tidak mampu untuk ditandingi.
Sementara itu Mana' al-Qaththon dan Jalal al-Din al-Suyuthy memberi arti mu'jizat dengan "sesuatu hal yang diluar kebiasaan sebagai penolakan terhadap para penentang". Pengertian ini juga dipertegas oleh al-Zarqani yang mengartikan mu'jizat sebagai sesuatu yang melemahkan manusia baik secara terpisah maupun berkelompok untuk mendatangkan sesuatu yang serupa dengannya, atau yang bertentangan dengan kebiasaan. karena la keluar dari batas sebab-sebab yang diketahui (Muhammad 'abd al-Azhim AI-Zarqani, t.t.:56)

C. I'JAZ AL-QUR'AN DITINJAU DARI SISI AL-QUR'AN

l. Aspek I'jaz AI-Qur'an dari susunan bahasanya
Sebagai mana diketahui al-Qur'an diturunkan dl tengah-tengah bangsa Arab yang telah mencapal puncak kemajuan di bidang kesusasteraan, tetapi susunan bahasa Ilahiyah yang terkandung di dalam al-Qur'an sesuai dengan fungsinya sebagai mu'jizat terbesar bagi kerasulan nabi Muhammad dapat mengungguli ketinggian bahasa sastra yang dipergunakan oleh para penyair dan orator yang ternama di masa itu dan bahkan al-Qur'an dapat mematahkan kebanggaan mereka dalam menyusun dan mengubah paramasastra yang selama ini disanjung-sanjung dan diagungkan
Al-Qur'an diturunkan dalam bahasa Arab, hal ini telah dijelaskan dalam firman Allah:
Artinya:
'Sesungguhnya telah kami turunkan al-Qur'an dengan bahasa Arab, supaya kamu memahaminya”. (Q.S. Yusuf: 2)

Dalam ayat lain Allah berfirman:
Artinya:
"Demikianluh kami wahyukan kepadamu al-Quran dalam bahasa Arab, supaya kumu memberi peringatan kepada ummul Quro {penduduk Makkah) dan penduduk (negeri-negeri sekelilingnya) (QS. Asy-.Syuraa: 7)

Kalau kita perhatikan kedua ayat tersebut, maka jelas bahwa Allah sengaja mewahyukan al-Qur'an yang menjadi bekal mu'jizat nabi Muhammad dengan mempergunakan bahasa Arab, bahasa dari penduduk dunia yang paling tinggi pada masa itu, agar mereka membaca, memahami dan melaksanakan petunjuk-¬petunjuknya. Karena bangsa Arab waktu itu telah terbiasa mendengar dan menghayati susunan bahasa sastra yang tinggi dari karya gubahan para penyair atau susunan para orator yang masyhur.

Dikisahkan dalam Fathul barri, Ibnu Abas pada suatu hari datang Walid bin Mughirah kepada nabi Saw. Beliau bacakan kepadanya ayat-ayat al-Qur'an, terlihat sangat tertarik olehnya. Lalu berita itu disampaikannya kepada Abu Jahal dan untuk disampaikan kepada kaumnaya, tapi setelah dipikir-pikir la menyadari, ia mengatakan "ia (al-Qur'an) bagaikan sihir yang mempesona" dan mengatakan "ia lebih mengesankan dari yang lain".

Terdapat pula kisah Tufeil bin 'Amir yang sastranya halus bagaikan kapas, sehingga dia tidak merasa perlu mendengarkan al-Qur'an. Tapi setelah dia dapat mendengarnya langsung dari Rasulullah Saw dan dia tertarik sekali olehnya, sehingga menyatakan diri masuk Islam (Kahar Masyhur, 1992-143).

Disisi lain juga al-Qur'an sengaja menantang, tantangan tersebut dikemukakan bagi siapa saja yang masih meragukan keindahan gubahan bahasa Ilahiah dan masih meragukan kebenaran mu’jizat al-Qur'an yang menjadi bukti kemu'jizatan dart kerasulan Muhammad Saw tantangan itu terdapat dalam firman¬Nya :
Artinya:
“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Qur’an yang kami wahyukan kepada hamba kami (Muhummud), buatlah satu surat (saja) yang semisal al-Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar (Q.S. al-baqarah: 23)
Sebagai contoh dan bukti, dapat kita periksa karya yang mencoba menandingi gaya bahasa al-Qur'an, yang dibuat oleh Musailamah al-Kadzab setelah Nabi Muhammad Saw wafat. Diantaranya adalah:
Artinya:
"Gajah, apakah gajah itu? Tahukah kamu apakah gajah itu? Gajah adalah yang ekornya kopat-kapit, dan belalainya panjang. Sesungguhnya yang demikian itu ciptaan Tuhan yang sedikit sekali ".

Susunan yang dibuat oleh Musailamah ini telah banyak mendapat tantangan dan cemoohan bagi bangsa Arab, baik mereka yang mengerti maupun yang tidak mengerti paramasastra, baik susunan bahasanya yang janggal maupun isi dan maknanya yang dangkal, sehingga tidak dapat menarik simpati dari bangsa dan golongannya sendiri.

Jelaslah bahwa demikian tinggi dan agungnya bahasa al-Qur'an serhingga bukan saja zaman klasik namun juga masa kini, bahkan sampai kapan pun, al¬Qur'an akan tetap dikagumi dan tidak akan ada yang menyamainya. Oleh karena itu mu'jizat al-Qur'an dari segi kebahasaan ini akan tetap relevan baik pada zaman klasik maupun kekinian.
2. I'jaz Kandungan al-Qur'an
Al-Qur'an sebagai mu'jizat mempunyai kandungan ayat antara lain:
a) Aturan-aturan Ilahi yang sempurna
Undang-undang Tuhan dalam al-Quran melebihi undang-undang buatan manusia sejak dulu, al-Qur'an menjelaskan pokok-pokok aqidah, hukum-hukum ibadah, norma-norma keutamaan dan sopan santun, juga tentang aturan-aturan hukum ekonomi, sosial kemasyarakatan, memuat tentang persamaan kebebasan, musyawarah dan sebagainya. Contohnya; aturan al-Qur'an untuk bersaksi ketika mengadakan jual beli dan menulis hutang piutang, seperti:
Artinya:
"Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan hendaklah kamu menuliskannyu. Dan hendaklah seorang penulis diantara kamu menuliskannya dengan benar... (QS. Al-baqarah: 282).

Aturan ini merupakan sesuatu hal yang baru pada saat turunnya al-Qur'an, dan merupakan sesuatu yang harus menurut budaya modern. Dengan contoh ini jelaslah, bukankah al-Quran sudah modern sejak dulu.
b) Isyarat ilmu pengetahuan
Berdasarkan keyakinan kita bahwa al-Qur'an bukanlah kitab ilmu pengetahuan alam, arsitek, iptek, atau fisika. Tapi al-Qur'an adalah kitab petunjuk atau pembimbing untuk pembaharuan dan perbaikan. Namun demikian ayat¬-ayatnya tidak terlepas dari isyarat-isyarat tentang masalah-masalah alam semesta, kedokteran, geografi, geologi, biologi, dan yang lainnya yang semuanya menunjukan kemu'jizatan al-Qur'an dan kedudukan dari wahyu Allah Swt. Yang pasti bahwa nabi Muhammad seorang nabi yang ummi, lahir dari lingkungan yang jauh dari kebudayaan. Keluarganya adalah ummi seperti pengakuan beliau, tidak pandai menulis dan menghitung teori ilmiah yang diisyaratkan al-Qur'an pada masa itu belum dikenal. Adapun isyarat-isyarat ilmiah tersebut, sebagiannya baru terungkap pada masa modern, masa atom, planet, dan internet sekarang ini. Diantara firman Allah itu ialah:
Artinya:
“Perhatikanlah apa-apa yang pada semua langit dan bumi.”. (Yunus: 101)
Kemudian asal kejadian kosmos itu sendiri, dalam surat al-anbiya ayat 30, yaitu:
Artinya:
"Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasannya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian kami pisahkan antura keduanya. Dan dari air kami .jadikan segala sesuatu yang hidup Maka mengapakah mereka tidak juga beriman ?

Dalam ayat-Nya yang lain dalam surat al-Hijr ayat 22, yaitu:
Artinya:
“Dan kami telah meniupkan ungin untuk mengawinkan (tumbuh-¬tumbuhan) dan kami turunkan hujan dari langit, lalu kami beri minum kamu dengan air itu, dan bukan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya..

Ayat di atas menjelaskan bahwa langit dan bumi pada suatu ketika adalah suatu gumpalan kemudian dipisahkan Tuhan, merupakan suatu hakikat ilmiah yang tidak diketahui pada masa turunnya al-Qur'an oleh masyarakatnya. Tetapi ayat ini tidak mennci kapan dan bagaimana terjadinya hal tersebut (Quraish Shihab, 1998:110).

Dari kedua ayat di atas merupakan isyarat berpikir bagi manusia.untuk senantiasa mencari dan mencari, hasil yang di dapat kemudian dari penciptaan langit dan bumi mendatangkan kemaslahatan bagi manusia serta menyadari akan kekuasaan Allah Swt.

Begitu pula ayat berikutnya (al-Hijr: 22) manusia dapat mengambil pelajaran dari tumbuh-tumbuhan yang akhirnya manusia bisa mengembang biakan proses percepatan tumbuhan melalui misalnya generatif, pegetatif dan yang lainnya.

Penemuan-penemuan baru dari ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini tampak untuk tidak melemahkan kedudukan al-Qur'an sebagai mu'jizat, justru sebaliknya karena penemuan-penemuan tersebut pada dasarnya sudah diisyaratkan dalam al-Qur'an, meskipun tidak dirinci secara detil.
c) Informasi al-Qur'an tentang yang gaib
Diantara Pjaz al-Qur'an ialah, karena al-Qur'an dapat menceritakan hal-hal
yang gaib, seperti tentang sorga dan neraka. Dalam surat al-a'raf : 47
Artinya:
“Apabila pemandangan mereka dialihkan kepada orang-orang neraka, mereka ini mengatakan: au, Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama orang-orang yang zalim itu.

Dalam ayat lain:
Artinya:
Nanti dia bakal dimasukan ke dalam neraka. Tahukah engkau apakah neraka itu?. Tiadalah ditinggalkannya tubuh manusia melainkan dibakar kulit manusia. Di sana ada sembilan belas penjara. (al-mudatsir: 26-30)

Begitu pula tentang hari pembalasan. Seperti ketika khalifah Umar bin khatab memberi semangat kepada pasukan perangnya melawan tentara kafir. Dia mengajarkan kepada mereka:
Artinya:
"Katakanlah (hai Muhammad) kepada orang-orang kafir itu, "kamu akan dikalahkan dan akan dikumpulkan ke dalam neraka jahanam. Itulah tempat yang jahat (Ali Imran: 12)

d) Prediksi al-Qur'an tentang Kejadian yang akan datang
Ayat yang berupa pemberitahuan al-Qur'an tentang peristiwa yang akan terjadi. Seperti berita kemenangan Persi terhadap bangsa Romawi, Padahal surat al-Rum turun ayat 1-5 jauh sebelum peristiwa itu terjadi.
Artinya:
Alif laam miim. Telah dikalahkan bangsu Romawi. Dinegeri yang terdekat dan mereka sudah dikalahkan itu akan menang. Dalam beberapa tahun lagi bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah mereka menang dan di hari itu bergembiralah orang-orang yang beriman. Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yangdikehendaki-Nyu. Dan Dialah yang maha perkasa lagi maha penyayang.

Begitupun dalam surat al-fath ayat 27, mimpi Rasulullah memasuki kota Makkah secara aman benar-benar terlaksana. Ini membuktikan mu'jizat yang sebelumnya manusia tidak mengetahui.
e) Berita tentang Umat-umat terdahulu
Al-Qur'an banyak mengisahkan nabi-nabi atau umat-umat terdahulu dari keluarga Imran, Dzu al Qarnain sampai kepada kisah fir'aun dalam Q. S. Yunus : 90-92. Yang ditenggelamkan dan badan-nva diselamatkan oleh Allah Swt. Sehingga menjadi pelajaran bagi umat-umat yang sekarang.
3. I'jaz AI-Qur'an Dalam Aspek Sosial Kemasyarakatan
Al-qur'an banyak membicarakan aspek-aspek sosial kemasyarakatan diantaranya:
Manusia adalah pelaku yang menciptakan sejarah. Gerak sejarah adalah gerak menuju suatu tujuan, dan tujuan tersebut ada dihadapan manusia. Maka yang harus dilakukan manusia membawa perubahan. Al-qur'an sendiri sudah sejak dulu menegaskan:
Artinya:
Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum (masyarakat) sampai mengubuh (lebih dulu) apa yang ada pada siri mereka (sikap mental) (Q.S' 13. 11)

Ayat ini bicara dua macam perubahan dengan dua pelaku. Pertama perubahan masyarakat yang pelakunya Allah. Ini tejadi secara pasti melalui hukum-hukum masyarakat yang diterapkannya. Kedua perubahan keadaan din' manusia yang pelakunya adalah manusia (Quraish Shihab, 1998:246).

Dalam al-Qur'an manusia diperintahkan untuk memakan makanan yang halal dan baik lagi bergizi. Dalam surat al-maidah ayat 88
Artinya: Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah rizkikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepadanya.

Dalam surat Abasa juga Allah menegaskan “fal yanzuril insaanu ila toaamihi” maka hendaklah manusia itu memperhatikan makananya.. Dalam kaitannya dengan kesehatan masyarakat, gizi yang mengantar kepada kesehatan merupakan syarat untuk mencapainya.
Masih banyak lagi al-Qur'an mengungkap tentang sosial kemasyarakatan, baik kependudukan, lingkungan hidup, pergaulan dan lain sebagainya.

4. I'jaz al-Qur'an dari pemalingan manusia untuk menentangnya
Kemu'jizatan al-Qur'an juga karena ketidakmampuan manusia untuk membuat seperti al-qur'an, barangkali satu ayat saja untuk membuatnya. Dalam hal ini al-Qur'an membuat tantangan-tantangannya seperti:
Artinya:
"Maka hendaklah mereka medatangkan kalimat yang semisal al-Qur'an itu.jiku mereka orang-orang yang benar (QS. Ath-Thuur : 34)

Artinyu:
"Katakanlah: "sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa al-Qur'an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain "(QS. Al-Isra : 88).
Dalam hal ini al-Qur'an benar-benar melemahkan orang-orang yang masih ragu dan tidak percaya bahwa al-Qur'an adalah wahyu Allah. Ketidak mampuan dalam membalas tantangan al-Qur'an tersebut adalah bukti bahwa al-Qur'an adalah mu'jizat.
Ada sebagian ulama yang menyatakan bahwa kemu'jizatan al-Quran adalah dengan sebab sharf (pemalingan). Artinya Allah memalingkan manusia untuk menantang al-Qur'an, padahal ia mampu. Kalaulah Allah tidak memalingkan dari hal itu, pasti mereka akan bisa menciptakan seperti al-Qur'an. Pendapat ini dikemukakan oleh Abu Ishak al-Nazham (Muhamad All al-shabuni, t.t.:135) dari golongan Mu'tazilah yang pendapatnya banyak ditentang. Secara implisit berarti al-Nazham mengatakan bahwa al-Qura'an itu bukan mu'jizat.
Kalaulah mungkin pendapat al-Nazham itu benar, timbul pertanyaan, mengapa pemalingan itu bisa terjadi ?. Mungkin jawabnya, karena I'jaz al-Qur'an.

D. Kesimpulan
I'jaz al-Qur,an merupakan sesuatu yang sangat istimewa yang dapat mengalahkan dan mematahkan setiap tantangan yang di hadapi Rasul. Ini membuktikan kebenaran nabi kepada umatnya bahwa mereka benar-benar utusan Allah, hal ini juga dibuktikan secara ilmiah dari sudut pandang yang berbeda sehingga keberadaan dan kejelasan Muhammad membawa risalah benar-benar dibuktikan secara jelas.
Jelaslah bahwa demikian tinggi dan agungnya bahasa al-Qur'an sehingga bukan saja zaman klasik namun juga masa kini, bahkan sampai kapan pun. al¬Qur'an akan tetap dikagumi dan tidak akan ada yang menyamainva. Oleh karena itu mu'jizat al Qur an dari segi kebahasaan ini akan tetap relevan baik pada zaman klasik maupun kekinian.



DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Mahmud Soliman, 1985, Scientific Trend In the Our an. London: Ta-Ha Publisher Ltd.
Jalal-al-Din Al-Suyuthi, t.t., Al-Itqan, fi ul-ulum al-Qur'an Juz, II, Dzarul Fiqr.
Kahar Masyhur, 1992, Pokok pokok Ulumul Qur'an, Jakarta: Rhineka Cipta.
Mana' Al-Qhaththan, 1973, Mabaahits fi `ulumi al-Qur'an, Mansyurat al ashar al Hadits
Muhammad `abd al-Azhim Al-Zarqani, t.t., Manahilil al-lrfun, fi ulum al-Qur,an, Jilid 1, Mesir : Dar ahya al-Qutub al-arobi.
Muhamad All al-shabuni, 1976, al-Tibyan fi ulum al-Qur'an, hal 135, Terjemah. Undang Burhanudin
Undang Burhanudin, 2001, Al-llmu AI-Qur'an, Bandung: IAIN SGD.
Quraish Shihab, 1994, Membumikan Al-Qur'an, Bandung: Mizan, 1998, Mukjizat Al-Qur'un, Bandung: Mizan

Baca Selengkapnya......

Friday, September 7, 2007

Gugat Yu...!!

Transformasi Budaya Mahasiswa
Oleh IRAWAN)*

Mahasiswa salah satu perguruan tinggi! Begitulah gelar kehormatan yang sempat saya emban selama lima tahun lebih. Semenjak tahun 2003 sampai 2007, kata mahasiswa seakan tak pernah terukir dalam jiwa. Kritis dipandang secara sinis, kreativitas dihalangi agar tak meretas dan progresivitas tak dibiarkan meranggas.

Atmosfer hidup mahasiswa di PTN/PTS lebih menampilkan keindahan “cangkang luar”. Keindahan intelektual jarang diperhatikan. Ketimbang hunting buku terbaru ke toko atau perpustakaan dan belanja online dalam satu bulan; malah memburu sepatu, celana dan baju di mall-mall ternama untuk memodali kencan di malam minggu. Biar terlihat gaya, katanya.


Mahasiswa salah satu perguruan tinggi! Begitulah gelar kehormatan yang sempat saya emban selama lima tahun lebih. Semenjak tahun 2003 sampai 2007, kata mahasiswa seakan tak pernah terukir dalam jiwa. Kritis dipandang secara sinis, kreativitas dihalangi agar tak meretas dan progresivitas tak dibiarkan meranggas.

Atmosfer hidup mahasiswa di PTN/PTS lebih menampilkan keindahan “cangkang luar”. Keindahan intelektual jarang diperhatikan. Ketimbang hunting buku terbaru ke toko atau perpustakaan dan belanja online dalam satu bulan; malah memburu sepatu, celana dan baju di mall-mall ternama untuk memodali kencan di malam minggu. Biar terlihat gaya, katanya.
Sebetulnya ada banyak “embel-embel” istilah untuk merepresentasikan life style mahasiswa. Mulai dari istilah calon intelektual, aktivis, akademis, pemuda harapan bangsa, sampai ada juga yang menyebutnya si “pungky” dan si “trendi”. Mau ikuti gaya hidup mana. Itu terserah mahasiswa. Apakah bakal tergusur pada life style calon intelektual yang kerjaannya diskusi, baca buku, menulis artikel, dan menjadi peneliti kecil-kecilan, bahkan anti berpacaran? Atau malah mengikuti para aktivis mahasiswa yang berteriak keras di depan gedung rektorat, anggota dewan dan kantor pejabat pemerintahan ketika mengeluarkan kebijakan-kebijakan sumbang?

Ah…, tapi bisa juga mereka terjebak pada rutinitas belajar-mengajar seperti yang dianut mahasiswa silabi. Berangkat kuliah, duduk mendengzarkan dosen yang bersilat lidah, pulang ke kosan, dan paling banter membaca buku yang dianjurkan bahkan diwajibkan dosen saja. Maka ketika selesai kuliah, mereka kelabakan mencari lowongan kerja di koran-koran lokal dan nasional setiap hari Sabtu dan Minggu. Kedua hari itu bukanlah hari yang digunakan untuk merehatkan diri dari kepanatan. Ya, tepatnya hari berpusing ria untuk mencari lowongan kerja.
Namun, bisa juga ada mahasiswa yang ikut-ikutan bergerombol dengan mahasiswa pecinta fashion merk luar negeri. Sampai-sampai (maaf) celana dalamnya juga berbau asing dan susah dilafalkan mahasiswa dari Pesantren seperti saya. Tak heran kalau para budayawan pernah berpandangan bahwa kita merasa lebih Amerikanis daripada orang Amerika sendiri.
Lantas, bagaimana trik jitu menghadapi perubahan budaya dari seragam “putih abu-abu” ke arah kebebasan tanpa terikat warna? Sebab, budaya SMA dengan Universitas berbeda betul. Bahkan, kita juga tahu bahwa mahasiswa di Universitas bebas memakai pakaian dan celana berwarna apa saja, kecuali lembaga pendidikan yang berorientasi kerja.


Makna pakaian
Apa makna dari bebas berpakaian di Universitas? Ya, bebas menentukan jalan hidup yang dianut ketika dirinya memasuki lanskap baru bernama Universitas. Dari mulai gaya hidup mahasiswa “proletar” sampai mahasiswa “borjuistik”. Komplit betul gaya hidup mahasiswa perguruan tinggi bagaikan bintang-bintang yang bertebaran di angkasa raya. Posisinya juga hampir sama dengan seorang pendaki gunung yang harus menentukan langkahnya ketika berhadapan dengan jalan yang bercabang.

Coba rasakan, adakah perbedaan dengan masa SMA dulu? Lantas, gaya hidup manakah yang bakal kita jadikan pedoman beraktivitas di dunia kampus? Mahasiswa intelektualkah, aktiviskah, akademiskah, atau mahasiswa gaul? Itu terserah suara batin. Tak ada paksaan dalam memilih gaya hidup ketika peralihan budaya dari kebiasaan generasi “putih abu-abu” menuju kebiasaan (baca: budaya) generasi bebas tanpa ikatan warna terjadi.
Yang pasti, setiap kebudayaan dalam pandangan antropologis memiliki bermacam dimensi, diantaranya: Pertama, sangat berdimensi material seperti baju yang dipakai, musik yang didengarkan, bahkan sampai patung-patung yang di pajang di laboratorium Universitas. Kedua, lebih bersifat immaterial seperti nilai-nilai kearifan yang dijabarkan, kedisiplinan yang konsisten kita lakukan, kesopansantunan yang terus dipegang teguh, dan sikap-sikap konstruktif yang dijadikan landasan berperilaku.

Nah, Bagi mahasiswa (baru) atau juga baru merasa menjadi mahasiswa (bagi yang lama), biar tidak pusing, kita ambil saja dua dimensi tersebut. Campur aduk hingga bentuknya berubah menjadi sebuah produk yang nikmat dikonsumsi bagaikan “es campur”. Meminjam istilah Hikmat Budiman – generasi “Multitasking”, sebuah istilah yang merepresentasikan aneka macam fungsi laiknya program Microsoft Office dalam perangkat lunak komputer.
Misalnya, dalam program layanan komputer tersedia berbagai program yang bisa digunakan hanya dalam satu tampilan layar monitor. Program seperti Microsoft Office Word, Microsoft Office Excel, Microsoft Office Ficture, dan Microsoft Office Publisher bisa difungsikan dalam satu ruang seperangkat komputer Pentium II, III, atau IV untuk mengefektifkan pekerjaan. Mahasiswa juga begitu. Ia memiliki multifungsi dan multimanfaat yang mestinya dipraktikkan. Tidak harus akademis saja, organisatoris semata, intelektualis an sich, bahkan jangan pernah menjadi mahasiswa korban produk kapitalisme doang.

Dalam bahasa lain, silahkan mahasiswa nongkrong, tapi harus tahu waktu. Kapan moment yang tepat untuk nongkrong. Kapan juga saatnya untuk belajar hidup dan tentunya saat yang paling tepat untuk memberikan manfaat pada masyarakat. Acep Iwan Saidi, sastrawan dari Jawa Barat pernah menulis puisi cantik dan estetik: Aku mengeja aksara di keningmu/Ketika setetes harapan/Mengalir menjadi embun/Membasahi pagi yang mekar menjadi mawar//.
Lantas, akankah mahasiswa dari pedalaman atau pelosok daerah mampu mengalirkan setetes harapan menjadi embun saja untuk memekarkan semangat memeroleh pendidikan tinggi yang murah? Ah, mudah-mudahan saja mampu!

Irawan, lahir di Cianjur 02 april 1983. Ketua HMI Komisariat Syari’ah dan Hukum Cabang Kab.

Baca Selengkapnya......
 
@Copyright © 2007 Depkoinfokom HMI Design by Boelldzh
sported by HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Cabang Kabupaten Bandung
Pusgit (Pusat Kegiatan) HMI Jl.Permai V Cibiru Bandung 40614
email;hmi[DOT]kab[DOT]bdg[ET]gmail[DOT]com