Friday, July 3, 2009

“MAHASISWA DAN NILAI IDEALISME”

(Analisis terhadap realita Kampus)

Oleh : KAHPIANA[*]

Mapannya arus modernis telah menjadi jargon yang melemahkan kaum muda termasuk didalamnya Mahasiswa. Masuknya zaman globalisasi mengantarkan masyarakat kampus tertidur oleh kemapananya. Ditinjau dari analisis hari ini menjadi hipotesis penulis, bahwa Mahasiswa hari banyak mengalami kemerosotan dari segala apapun, baik dari segi moral, dehedrasi spiritual, ataupun kemapanan intelektual. Organisasi Mahasiswa baik intern maupun eksteren yang diharapkan mampu menjadi ruang gerak mahasiswa, tapi hari ini system kampus sudah membatasinya. Pedahal saya disanalah yang akan memunculkan ide-ide perubahan.

Murahnya harga diri Mahasiswa dari mata public adalah ancaman besar bagi kita yang akan menjadikan krisis kepercayaan bagi masyarakat,. Terhegemoninya pola pikir Mahasiswa oleh system kampus, atau mungkin tergerus oleh zaman akan menjadikan bangsa ini semakin terpuruk, kita perhatikan dalam forum-forum intelektual Mahasiswa jarang sekali hadir didalamnya. Akankah kita akan seperti ini?. Dan yang ngerinya lagi Mahasiswa hanya disibukan oleh tugas-tugas kampus saja, ini menunjukan bahwa mahasiswa kita digiring untuk menjadi mahasiswa yang oportunis terhadap permasalahan baik itu kebangsaan, keumatan dll.

Belum lagi kita berbicara Nilai Idealisme yang hari ini tidak lagi terdengar dalam diri Mahasiswa.dan itu seharusnya nilai itu menjadi harga mati bagi Mahasiswa. Kita lihat Gerakan murni yang lahir seringkali tercemari oleh pelacur kekuasaan, kacung politik, diakui atau tidak ini adalah realita saya sering melihatnya. Penulis pikir perubahan ini harus bersama kita lakukan, mulai dari pejabat kampus yang didalamnya_Rektor, Dekan, dan para Dosen_kampus sampai Mahasiswa jika kita memang menginginkan adanya suatu perubahan. Kalau memang kita enjoy dengan keadaan seperti ini.ya kita semua akan terus-terusan tidak merasakan kenyamanan belajar disini.!!!!!!!!!!!!

Penulis satu bulan kebelakang menganalisis para dosen pada PBM, dari empat pertemuan hanya dua bahkan satu kali pertemuan saja dosen bisa masuk, dengan berbagai macam alasan yang dilontarkan, Ini sebenarnya klasik tapi kalu tetap dibiarkan kami Mahasiswa juga tidak bisa nyaman belajar disini. Mengerikan sekali kampus kita ini. Saya sering terfikirkan ketika belajar dalam kelas, si dosen menerangkan konsep ideal tentang pendidikan yang didalamnya (Kurikulum, Administrasi, sarana prasarana, dll) tapi ketika saya melihat realita kampus kita ini jauh dari konsep ideal yang diterangkan oleh dosen. Belum lagi yang kerjanya hanya memakan gaji buta. Saya fikir Mahasiswa fakultas Tarbiyah jangan hanya diam, ketika ada sesuatu yang janggal mari kita selesaikan bersama, kita ingatkan bersama agar kita semua tidak menjadi orang yang dzolim dan terdzolimi oleh system kampus. Ini otokritik bagi kita semua. Penulis teringat dengan teori pendidikan madzhab kritis, bahwa pendidikan adalah sebuah penyempurnaan agar manusia itu tidak terbodohi dengan proses belajar mengajar (PBM), yang sehingga manusia itu akan terus diam saja melihat sebuah ketidak benaran.

Jadi kalu jita perhatikan bersama antara Nilai Idealisme dan Mahasiswa adalah dua mata koin yang tidak bisa dipisahkan satu sama lainya. Jika mahasiswa sudah tidak lagi menjaga nilai Independensi maka kita terkalahkan oleh kaum TUA. Yang hanya menjadikan kita kacung-kacung kepentingan pribadinya.

Bangun mahasiswa Indonesia kau telah tertidur panjang, apakah kau menutup mata melihat keterpurukan di lingkunganmu, apakah kau takut untuk melakukanya, kita adalah pengarah bangsa ini, kita punya sebuah nilai kejujuran nilai yang tidak bisa terjual oleh harga nominal. Terlalu sayang kau tinggalkan masa kejayaanmu sebagai mahasiswa jika kau gadaikan demi pelacur kekeuasaan, dank au jual Nilai Idealisme dengan harga Nominal.



[*] Penulis adalah ketum HMI KOMTAR 2008-2009.



Baca Selengkapnya......

TERMENUNG AKU DALAM REALITAS YANG TAK PASTI.

Oleh ; Kahpiana[*]

Aku melihat realitas disekitarku, bising mendengar dengan suatu yang namanya perubahan, entah mengapa?, apakah mereka takut dengan ancaman pada mereka, ataukah mereka tak mau perubahan dan nyaman dengan keadaannya.

Kita adalah penggerak atas semuanya, tapi terkadang kita tidak tau bahwa kita adalah penggerak itu, dan kita bingung mau kemana kita akan melangkah, dan kita mati langkah dengan suatu dogma yang membelanggu cara pandang kita baik budaya, norma dan bahkan agama. Kita tau di rezim orla (orde lama), orba (orde baru) banyak mereka yang diuntungkan dengan tindakanya yang oportunis mereka manut, patut, tapi tidak bebas, tapi sedikit bagi mereka yang revolusioner mengangkat suatu yang menengtang ketika zaman itu mereka dibuang, dipenjarakan dan bahkan mereka dibunuh salah satu contohnya Pramudia A Toer, Tan malaka, Rivai apin dll. Demikianpun sekarang ini zaman orde yang paling baru (Reformasi) yang menganut faham katanya democrasi masih banyak Politik Tajug bercokolan dimana-mana. Kekuasaan ditangan rakyat yang sering kita dengungkan laksana kapal air yang tanpa nahkodanya. Kebesasan yang sering kita degungkan menjadikan alat bagi kita melakukan salahkaprah. Kekuasaan sampai kapanpun menjadi suatu rebutan para elite kita.

Menghadapi kampanye pilpres yang namanya kemiskinan, pendidikan, pengangguran dll menjadi bahan pembicaraan kampanye para elite. Parpol berideologi manapun pasti tak kalah bualanya, baik yang berbau nasionalis, agamis bahkan nasionalis maupun agamis pun demikian. Hari ini rakyat kita telah dibodohkan oleh suatu gerakan yang sering mengatas namakan gerakan SOSDEMPRAK (sosialis demokrasi kerakyatan). Tapi tidak pernah sama sekali parpol kita mengajarkan pendidikan politik pada rakyat, bagaimana rakyat kita menghasilkan hidup yang layak toh pada akhirnya suatu ruang pendidikan politik tidak diberikan, rakyat kita sama sekali tidak diberi kesadaran akan suatu manisfestasi kehidupan democarsi yang dimana menjadikian cara pandang mereka rasional, objektif, dan egaliter dan itulah ciri masyarakat system Negara democrasi. Kita lihat banyak elite kita secara jelas ketika zaman orba melakukan suatu gerakan yang melanggrar HAM, Korupsi, Kolusi dan Nepotisme tapi hari ini mereka dengan leluasa mencalonkan pemimpin bangsa ini. Ini maksud saya rakyat tidak mendapat kesadaran untuk menilai secara objrktif memilih dan menentukan pemimpinya.

Aku heran sepertinya dengan tatanan kehidupan bernagara di bumiputra ini, masih ada elite yang merauk uang negara untuk kepentingan pribadi, pusing rasanya semakin hari semakin banyak yang aku tau, kejanggalan realitas disekitar menjadikan aku tak mau diam saja yang ada dihatiku adalah REVOLUSI, sudah saat kita perbincangkan tentang arah bangsa ini kedepan, sebab kalau hari ini turunan orba, orla masih bercokol di kursi pemerintahan ini berbahaya bagi bangsa. Kepentingan pribadi dan kelompok kita redam dulu sebaiknya kita bersatu dalam nuansa kehidupan yang bersatu menjadi tubuh yang bertajuk PERUBAHAN.

REVOLUSI ITU MENCIPTAKAN !!

(Tan Malaka)

*Penulis adalah ketum HMI KOMTAR 2008-2009





Baca Selengkapnya......

Thursday, June 25, 2009

Tanggapan Tentang Tulisan HTI

Liberalisme HMI

" tulisan ini di dapat dari http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/14/liberalisme-hmi/ "

Sebuah kesimpulan yang tak beralasan karena berangkat dari sebuah kekritisan kader HMI di sebuah training di Tasikmalaya, Jawa Barat

Saya tidak setuju syariah!” teriak salah seorang peserta sambil berdiri.

“Tahukah saudara-saudara, salah satu hukum syariah adalah potong tangan. Saya tidak mau dipotong tangannya.”

Lalu berdiri juga seorang peserta, “Saya juga tidak setuju.” Tak terduga, sesaat kemudian tindakan itu diikuti oleh hampir seluruh peserta yang juga sambil berdiri menyatakan ketidaksetujuannya terhadap ide penerapan syariah yang disampaikan oleh Jubir HTI.

Siapa mereka? Jangan salah, mereka bukanlah non-Muslim. Mereka adalah peserta Training LK (Latihan Kader) II HMI beberapa waktu lalu. Ini adalah forum training lanjutan tingkat nasional yang diikuti oleh kader-kader HMI dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Kali itu diselenggarakan di Kota Tasikmalaya.

Reaksi semacam ini tentu sangat mengejutkan. Bagaimana mungkin kader HMI menolak syariah?

Mereka umumnya menolak mentah-mentah ide khilafah. Itu dikatakan sebagai ide yang absurd, tidak jelas dan utopis. Mereka menilai, demokrasi tetaplah yang terbaik. “HTI beruntung dengan demokrasi. Semasa Soeharto, HTI tidak dapat hidup. Maka, HTI harus berterima kasih pada demokrasi,” cetus salah seorang peserta.

Ada juga peserta yang setuju syariah, tetapi tetap menolak ide khilafah. “Saya setuju syariah diterapkan. Tapi tidak setuju khilafah karena banyak perbedaan, banyak mazhab yang masing-masing akan mempertahankan pendapatnya sehingga terjadi perpecahan,” kata Mahrus, peserta dari Cilegon.

Senada dengan Mahrus, Ahmad Faiz juga menyatakan setuju syariah, tetapi khilafah tidak. Lagi pula, katanya, khilafah menurut siapa? “Apa mungkin umat Islam hidup dalam satu pemimpin?” tanyanya ragu. Di dalam al Quran, menurutnya, juga tidak ada perintah untuk mendirikan Khilafah. Dulu yang ada adalah kerajaan. Tidak ada konsep khilafah.

Soal ketakutan bahwa ide khilafah bakal menimbulkan persoalan, diungkap juga oleh Zulham, peserta dari Kendari. “Secara pribadi saya setuju. Tapi saya menilai dari internal umat bakal akan ada perlawanan. Dengan kondisi bangsa yang beragam, apa ide itu bisa diterapkan? Apa bukan akan menimbulkan benturan?”

Memang, peserta melihat bahwa antara khilafah dan demokrasi tidak dapat dipertemukan. Menurut Samsulhadi, peserta dari Lombok, tata kenegaraan yang ada harus didekonstruksi, karena akan benturan dengan ide syariah dan khilafah.

Mereka juga mempertanyakan kelayakan syariah untuk diterapkan di Indonesia. “Syariah apa cocok untuk Indonesia yang heterogen?” tanya Rake, peserta dari Semarang.

Hal serupa diungkap oleh Ali Muhson, peserta dari Jawa Timur. Sama dengan pemikiran tokoh-tokoh Islam liberal, mereka setuju syariah, tetapi hanya sebatas nilai-nilainya saja. Misalnya, nilai keadilan. Tidak perlu menggunakan label Islam.

Sesungguhnya konsep khilafah bukan saja sudah ada, bahkan juga sangat jelas. Puluhan buku telah ditulis oleh para ulama pada masa lalu tentang masalah ini. Buku-buku seperti Al-Ahkam as-Sulthâniyah karya al-Mawardi atau Abu Ya’la, juga Siyâsah Syar’iyyah-nya Ibnu Taimiyyah, apalagi kitab Nizhâm al-Hukmi fî al-Islâm karya Syaikh Taqiyyudin an-Nabhani mampu menggambarkan dengan sangat gamblang konsep khilafah. Mungkin saja ada perbedaan di antara para ulama tentang konsep detilnya, tetapi konsep-konsep dasar utamanya mengenai prinsip kedaulatan (as-siyâdah), kekuasaan (al-sulthah), kesatuan kepemimpinan dan hak tabanni pada khalifah, pastilah sama meski dalam buku-buku itu dibahas dalam istilah yang berbeda-beda. Karena itu, tidak perlu dikhawatirkan adanya perbedaan konsep, apalagi dikhawatirkan bakal munculnya kekacauan atau perpecahan. Lagi pula, fakta sejarah menunjukkan, konsep khilafah itu bisa diterapkan dengan baik. Menurut para sejarahwan, paling sedikit selama 700 tahun dari era kejayaan Islam disebut sebagai the golden age.

Soal pluralitas atau heterogenitas Indonesia tidaklah semestinya menjadi penghalang untuk penerapan syariah, karena memang Islam dengan syariahnya tidak hanya diturunkan untuk umat Islam saja. Menurut al-Quran, Nabi Muhammad diutus untuk seluruh umat manusia sehingga syariah Islam yang dibawa oleh Rasulullah juga berlaku untuk Muslim maupun non-Muslim. Bagaimana teknisnya? Dalam kehidupan pribadi, menyangkut masalah akidah/keyakinan serta ibadah, makanan, minuman dan pakaian tiap orang diberi kebebasan untuk memprkatikannya sesuai dengan ajaran agamanya masing-masing. Namun, dalam kehidupan publik, menyangkut aspek ekonomi, politik, sosial, budaya dan pendidikan, serta hukum dan sanksi, syariah Islam berlaku atas semuanya, baik atas Muslim maupun non-Muslim. Ketika misalnya pendidikan diselenggarakan tanpa biaya, maka ini berlaku untuk Muslim dan non-Muslim. Ketika seorang non-Muslim membunuh Muslim tanpa alasan yang benar, maka ia akan dihukum sebagaimana ketika Muslim membunuh non-Muslim tanpa alasan yang benar. Demikianlah Islam mengatur masyarakat heterogen dengan syariah. Kemampuan Islam mengatur masyarakat semacam itu telah terbukti dalam sejarah. Bahkan bisa dikatakan seluruh masyarakat Islam di masa lalu adalah heterogen.

Tentang hukum potong tangan, yang dipertanyakan dalam LK II HMI di Tasikmalaya, dijelaskan bahwa itu adalah bagian dari ‘uqûbât atau sanksi dalam Islam. Setiap pelanggaran terhadap ketentuan hukum syariah disebut sebagai jarîmah atau kejahatan. Setiap jarîmah pasti akan dikenai hukum atau diberi sanksi. Orang yang terbukti mencuri lebih dari seperempat dinar, misalnya, akan dipotong tangannya.

Benar, ‘uqûbât dalam Islam memang tampak sangat keras, dan mungkin membuat kebanyakan orang merasa sangat ngeri sehingga akan cenderung menolak. Namun, jika dipahami dengan sungguh-sungguh, nyatalah bahwa ‘uqûbât itu sesungguhnya memiliki falsafah yang luar biasa mulia. ‘Uqûbât dalam Islam berfungsi sebagai zawâjir (pencegah) dan jawâbir (penebus). Pada masa Nabi saw., ada seorang seperti al-Ghamidiyah dan Maiz bin Malik yang ngotot untuk mendapatkan hukuman rajam atas kekhilafan mereka berzina. Mengapa mereka bersikeras menuntut rajam? Mereka sadar benar, hanya dengan cara menerima hukuman sesuai dengan ketentuan syariah sajalah mereka akan terbebas dari hukuman di akhirat yang jauh lebih keras daripada hukuman di dunia.

Secara empirik, hukum sekular telah gagal mencegah terjadinya kejahatan. Ini terbukti dari terus meningkatnya kualitas dan kuantitas kejahatan dari waktu ke waktu. Hukum sekular itu tentu juga tidak akan bisa berfungsi sama sekali sebagai penebus terhadap siksa di akhirat. Karenanya, dengan hukum sekular itu sebenarnya tidak ada satu pun pihak yang diuntungkan. Masyarakat tidak diuntungkan karena harta, jiwa dan kehormatan mereka tidak terlindungi. Pemerintah juga tidak diuntungkan karena kualitas dan kuantitas kejahatan terus meningkat sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Penjara yang ada pun tidak lagi mampu menampung para penjahat. Yang pasti, hukum sekular tidak menguntungkan pelaku kejahatan karena hukuman itu tidak bisa menjadi penebus buat hukuman di akhirat kelak.

“Bila tidak ada yang diuntungkan, mengapa kita masih saja terus mempertahankan hukum semacam ini?” sergah Jubir HTI di akhir penjelasannnya.

Tanpa menunggu reaksi lebih lama, Jubir HTI dengan agak sedikit berdiri lantas menggebrak keras meja di depannya. Setengah berteriak ia mengatakan, “Siapa sekarang yang tetap tidak setuju syariah?”

Seluruh peserta LK II HMI di Tasikmalaya diam membisu. Tidak ada satu pun yang bersuara. Semua tampak diam menunduk. Tiba-tiba, ada satu peserta berdiri sambil menunjukkan jari berkata, “Saya setuju.” Tak berapa lama, berdiri lagi satu peserta, “Saya juga setuju.” Lalu segera diikuti oleh hampir seluruh peserta, “Kami setuju! Kami setuju!” “Allahu Akbar….!!!”

Suara takbir segera memenuhi ruangan training yang tidak terlalu besar itu. Subhanallah, mereka cepat sekali bisa berubah. Ternyata, penolakan dan persetujuan hanya dibatasi oleh penjelasan.

Usai acara, peserta beramai-ramai minta foto bersama. Ketika acara pemberian cindera mata hendak dilakukan, peserta berebut ingin menyerahkannya kepada Jubir HTI. Akhirnya, Jubir HTI minta cindera itu diletakkan saja di atas nampan, dan peserta bersama-sama membawa nampan itu ke depan. Jubir lantas mengambil cindera mata yang diletakkan di atas nampan itu.

Di sinilah pentingnya dakwah fikriyah dan dakwah siyâsiyah yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir Indonesia secara konsisten kepada semua lapisan umat. [Kantor Jubir HTI-Jakarta].


Mohon Tanggapannya....

By : Jatnika Sadili

Baca Selengkapnya......

Thursday, April 30, 2009





Keluarga besar HMI CABANG KABUPATEN BANDUNG
MENGUCAPKAN SELAMAT DAN SUKSES
KEPADA
KANDA ASEP MAHMUD YUSUF (AMY)DAN RAHMAT SEBAGAI FORMATUR DAN MID FORMATUR TERPILIH HMI CAB. KAB. BANDUNG
PERIODE 2009 - 2010

YAKIN USAHA SAMPAI

Baca Selengkapnya......

Wednesday, April 8, 2009

Press Conference Pengurus Besar HMI

”Menuju Pileg Berkualitas dan Damai”

Menjelang pelaksanaan pemilu legislatif, seluruh media dan pihak-pihak yang peduli terhadap proses demokratisasi di Indonesia sangat intens melakukan penilaian, bahkan melakukan pendampingan terkait dengan proses pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan ini. Mulai dari pendampingan yang bersifat substansial hingga yang bersifat teknis-operasional. Hal tersebut menambah bobot dinamika demokratisasi di Indonesia melalui media Pemilu 2009 menuju pada tahapan yang lebih sempurna.
Dalam hal ini PB HMI melalui program HMI for Election 09, sudah melaksanakan beberapa kegiatan, yakni Gerakan Pemilih Cerdas dan Mobile Campaign for Voter Education. Sedangkan kerjasama pengawasan hari H pemilihan yang diajukan kepada Bawaslu, insyaAllah dapat direalisasi pada pemilihan presiden 8 Juli 2009 nanti.

Menindak lanjuti kebijakan PB HMI terkait dengan pendampingan demokrasi dan pelaksanaan pemilu, menjelang pemilu legislatif tanggal 09 April 2009 besok, PB HMI merasa perlu mengeluarkan beberapa seruan sebagai pernyataan sikap organisasi, sebagai berikut:

Dengan berbagai fenomena yang berkembang terkait dengan persiapan pemilu, penyelengara pemilu dituntut lebih ekstra lagi dalam peningkatan kinerjanya.
Secara tegas kami menyerukan agar KPU dan Bawaslu beserta jajarannya :
1. Tetap kukuh bersikap netral dan menjunjung tinggi integritas dan asas keadilan. Keberpihakan penyelenggara pemilu akan menjadi landasan awal pecahnya konflik dalam penyelenggaraan pemilu. Selain itu, keberpihakan penyelenggara pemilu (KPU dan Bawaslu) akan mengurangi kualitas penyelenggaraan pemilu.
2. Responsif atas berbagai hal yang memungkinkan terjadinya sengketa pemilu, dan berupaya membuat rumusan yang kongkrit terkait dengan penyelesaian sengketa sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
3. Menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu dengan memberikan penjelasan yang lengkap, menyeluruh, dan tidak ambigu.

Selanjutnya untuk para pemilih, sesuai dengan garis program Gerakan Pemilih Cerdas, PB HMI menghimbau agar :
1. Tidak memilih para politisi yang menggunakan politik uang atau suap. Memilih para politisi yang menggunakan politik uang sama saja menggadaikan nasib bangsa selama lima tahun ke depan. Selain itu juga Politik uang bisa mengurangi kualitas penyelenggaraan pemilu.
2. Para pemilih sebaiknya memilih para caleg yang memiliki standar pendidikan yang layak agar terjadi peningkatan kualitas parlemen kita. Untuk DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota sebaiknya memilih caleg yang memiliki standar pendidikan minimal SLTA dan yang sederajat. Untuk DPR RI dan DPD RI sebaiknya para pemilih memilih caleg yang memiliki kapabilitas akademis dengan memperhatikan basic akademisnya setidaknya S1.
3. Para pemilih sebagaiknya memilih para caleg yang bersih dari kasus korupsi dan terlihat amanah dalam kehidupan sehari-hari.
4. Jangan memilih para caleg yang terbukti atau terindikasi melakukan perselingkuhan dan skandal sebagai hukuman sosial bagi para caleg yang lemah pada wilayah moralitas.
5. Para pemilih jangan mau terprovokasi oleh kelompok-kelompok tertentu yang berupaya mengagalkan atau menghadirkan kekacauan terkait pelaksanaan pemilu.
6. Sebaiknya para pemilih tidak mencontreng nama partai, melainkan mencontreng nama caleg, agar suara tersalurkan dengan tepat kepada caleg tertentu.
7. Para pemilih sebaiknya jangan tergesa-gesa melakukan pencontrengan di dalam bilik suara yang akan mengakibatkan suara rusak dan aspirasi tidak tersalurkan.
8. Para pemilih sebaiknya menghindari ajakan pihak-pihak tertentu untuk melakukan kecurangan terkait dengan penyelenggaraan pemilu.

Penting juga harus diperhatikan adalah kecenderungan kontestan, baik partai politik secara kelembagaan, maupun para caleg secara personal. Terkait dengan mereka, PB HMI menyerukan :
1. Sebagai kontestan harus memiliki sikap yang bijaksana dalam menerima hasil pemilu. Siap menang dan juga siap kalah.
2. Jika pun terjadi sengketa dan indikasi kecurangan terkait dengan penyelengaraan pemilu, kontestan sebaiknya menempuh jalur konstutisional dalam upaya penyelesaiannya. Agar selain meminimalisasi konflik, cara seperti ini juga akan menambah kualitas pemilu dan memberikan gambaran yang positif terhadap masyarakat terkait dengan perkembangan proses demokratisasi yang berlangsung.
3. Jangan menggunakan pendekatan politik uang kepada masyarakat, seperti melalui serangan fajar sebagai upaya memenangkan pemilu. Selain ini melanggar aturan, hal tersebut juga akan merusak tatanan bangunan demokrasi yang telah terbangun dari kesadaran masyarakat.
4. Para kontestan partai politik atau individu yang kebetulan berada di pemerintahan, jangan sekali-kali menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan politik pesonal atau golongan.

Selain hal tersebut diatas, PB HMI juga menyerukan seluruh kader di Indonesia baik di tingkat Komisariat, Cabang dan Badko agar mensosialisasikan dan melaksanakan kebijakan PB HMI di atas. Hal ini kami sampaikan sebagai sebuah refleksi panjang proses pendampingan HMI terkait dengan mewujudkan tatanan demokrasi substansial di Indonesia.

Demikian dan terima kasih

Jakarta, 8 April 2009


PENGURUS BESAR
HIMPUNAN MAHASISWA ISLA

Baca Selengkapnya......

Wednesday, June 18, 2008

Formulir

Formulir pendaptaran LK (Latihan Kader) II Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Bandung. Pelaksanaan pada tanggal 21-29 Juni 2008.

PANITIA INTERMEDIATE TRAINING (LK-II)
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI)
(ISLAMIC ASSOCIATION OF UNIVERSITY STUDENT)
CABANG KABUPATEN BANDUNG

Sekretariat : Pusat Kegiatan (Pusgit), Jl. Permai V/ 18 B Cipadung-Cibiru Bandung 40614.Phone; 085 222 128 186, E-mail: hmi_kab_bandung@yahoo.com Web Site http://hmi-kab-bdg.blogspot.com

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Nomor : 03/A/Sek-Pan/LK-II/06/1429
Lampiran : 1 lembar
Hal : PERMOHONAN DELEGASI
Kepada Yth,
Rakanda /wati
Pengurus HMI
Cabang Se-Indonesia
Di
TEMPAT

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Salam sejahtera teriring do’a, kami sampaikan semoga segala aktifitas dan rutinitas kita berada dalam lindungan dan bimbingan Allah SWT. Amin

Selanjutnya, sehubungan akan dilaksanakannya Intermediate Training (LK-II) Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Bandung. Maka dengan ini kami memohon kesediaan Saudara/I dapat mengirimkan delegasi sebanyak 1 orang, adapun kegiatannya insa Allah akan dilaksanakan pada :

Hari, Tanggal : Sabtu s/d Ahad, 17 - 25 Dzumadil Akhir 1429 H
21 - 29 Juni 2008 M
Tempat : Local Education Centre (LEC) Cicalengka Kab. Bandung
Tema : “Redesain Platform dan Format Gerakan HMI Upaya Menjawab Fenomena Bangsa menuju Masyarakat Madani”

Demikian surat permohonan ini kami sampaikan, atas perhatian dan kesedianya kami haturkan terima kasih.

Billahittaufiq Wal Hidayah
Wassalamu’alaikum Wr.Wb Bandung, 07 Dzumadil Awal 1429 H
13 Mei 2008 M
PANITIA PELAKSANA INTERMEDIATE TRAINING (LK-II) TINGKAT NASIONAL
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI)
CABANG KABUPATEN BANDUNG



DADAN HAMDANI ZAENURI
KETUA SEKRETARIS
Mengetahui,
PENGURUS HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM
CABANG KABUPATEN BANDUNG PERIODE 2007-2008











PANITIA INTERMEDIATE TRAINING (LK-II)
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI)
(ISLAMIC ASSOCIATION OF UNIVERSITY STUDENT)
CABANG KABUPATEN BANDUNG

Sekretariat : Pusat Kegiatan (Pusgit), Jl. Permai V/ 18 B Cipadung-Cibiru Bandung 40614.Phone; 085 222 128 186, E-mail: hmi_kab_bandung@yahoo.com

FORMULIR PENDAFTARAN
Riwayat Hidup
Nama Lengkap : ____________________________
Tempat, Tgl lahir : ____________________________
Alamat : ____________________________

No Kontak : _____________________________
Asal Cabang : _____________________________
PT /Semester : _____________________________
Lulus LK-I Tahun : _____________________________

Pelatihan di HMI
1. ………………… Cabang/Komisariat …………………… Tahun ………………….
2. ………………… Cabang/Komisariat ……………………. Tahun ………………….
3. ………………... Cabang/Komisariat ……………………. Tahun …………………..
4. ………………... Cabang/Komisariat ……………………. Tahun …………………..
5. ………………... Cabang/Komisariat ……………………. Tahun …………………..

Pengalaman Organisasi HMI & Luar HMI
1. ………………... Jabatan …………………… Tahun ………………………..
2. ………………... Jabatan …………………… Tahun ……………………….
3. ………………... Jabatan …………………… Tahun ………………………..
4. ………………... Jabatan …………………… Tahun ……………………….
5. ………………... Jabatan …………………… Tahun ……………………….

Motivasi Mengikuti LK-II : ___________________________________________________
___________________________________________________
___________________________________________________




, Juni 2008

(_____________________)
Nama Jelas

Baca Selengkapnya......

Proposal

Proposal LK (Latihan Kader) II Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Bandung. Pelaksanaan pada tanggal 21-29 Juni 2008.

A. Dasar Pemikiran
Bangsa Indonesia yang lahir dari sebuah kesepakatan dan cita-cita luhur yang menjujung tinggi akan nilai-nilai egaliter baik itu dalam kehidupan bernegara, agama, politik dll. Semua itu tersirat didalam mukadimah UUD walaupun semua itu lahir diatas perbedaan suku, agama maupun kearipan lokal yang dimiliki oleh setiap daerahnya.

Namun dari paradigma diatas lambat laun sudah mulai terkikis dengan fenomena-fenomena kebangsaan seperti munculnya dis-integrasi, hancurnya toleransi antar agama bahkan toleransi pemahaman di dalam agama. Hal ini dibuktikan dengan beberapa hantaman yang menimpa keutuhan bangunan kepercayaan yang telah dibanggun seperti kasus makar, kasus syara yang terjadi di beberapa daerah di tanah air seperti ambon, palu, dan lain-lain. Serta trend anarkisme dalam menyelesaikan masalah seperti kasus yang menyangkut pemahan individu seiring muncul dan berkembangnya aliran-alirann kepercayaan melalui bentuk pembakaran rumah-rumah ibadah serta tidak jarang terjadi bentrokan pisik. lalu dimana kearipan sosial bangsa ini yang selalu menjungjung nilai-nilai persatuan dan kesatuan sebagi negara yang utuh.

Diskursus seputar masyarakat madani akan sulit mengesampingkan keberadaan konsep ruang public (public sphere). Civil society yang dibangun oleh ruang publik menuntut adanya keterlibatan semua pihak. Dalam konteks inilah hadirnya semangat demokrasi menjadi sebuah keniscayaan untuk menciptakan alur kehidupan masyarakat egaliter dan berkeadilan, yang menempatkan masyarakat pada posisi sosial politik yang sejajar dan memberikan ruang sebesar mungkin terhadap keterlibatan berbagai elemen masyarakat untuk turut serta dalam mewujudkan masyarakat madani (civil society).

Upaya penciptaan model masyarakat semacam itu tentu bukan sebuah hal yang mudah. Untuk itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi elemen mendasar bagi terciptanya sebuah perubahan social (social engineering) di tubuh masyarakat. Secara langsung atau tidak, situasi tersebut mengharuskan kita lebih memperhatikan pelatihan dan pengembangan SDM sebagai salah satu aset paling mendasar yang melekat pada organisasi. Dengan demikian, SDM tersebut menjadi bekal yang mampu diandalkan untuk bersaing dengan para pesaing yang datang tak terbendung dari berbagai tempat di belahan dunia lainnya.

Salah satu hal yang dapat diandalkan untuk menjemput peningkatan kualitas SDM itu adalah dengan tertanamnya perangkat-perangkat lunak (softwares) kepemimpinan dalam diri masyarakat. Namun, hadirnya software dan karakter kepemimpinan dalam diri masyarakat itu bukan merupakan hal yang bisa datang dengan sendirinya, melainkan harus diupayakan secara terencana, berkelanjutan, dan berkesinambungan dengan tidak mengesampingkan adanya pendekatan yang tepat situasi dan kondisi.

HMI sebagai organisasi mahasiswa terbesar yang lahir diantara kondisi keumatan dan kebangsaan telah mengalami proses sejarah panjang serta tantangannya dalam menghadapi segala problematika umat dan bangsa.

Maka dari kondisi itu sudah menjadi keharusan bagi HMI untuk tetap bisa melahirkan kader-kader yang memiliki karakter kepemImpinanan yang bertanggung jawab untuk mewujudkan visi atau cita ideal yang termaktub dalam mission HMI. Sehingga HMI beserta steakholdernya bisa menjadi pengokoh dan pemersatu keutuhan bangsa.

Untuk menjawab dan memberikan solusi terhadap permasalahan di atas, kami, pengurus Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kabupaten Bandung, berupaya dengan sungguh-sungguh merealisasikan usaha yang telah disebutkan melalui Penyelenggaraan Intermediate Training (Latihan Kader II) Tingkat Nasional.

B. NAMA KEGIATAN
Kegiatan ini bernama: “Intermedite Training (Latihan Kader II)” Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Bandung.

C. TEMA KEGIATAN
“REDESAIN PLATFROM DAN FORMAT GERAKAN HMI UPAYA MENJAWAB FENEOMENA BANGSA MENUJU MASYARAKAT MADANI”

D. TUJUAN
-Membentuk kader HMI yang memiliki kesadaran intelektual yang kritis, dinamis, progresif, dan inovatif dalam memperjuangkan misi HMI serta kader yang memiliki kemampuan manajerial dan organisasi
-Terciptanya pemimpin bangsa yang amanah, memiliki kpribadian muslim, cerdas, proposional, serta bertanggung jjawab serta mampu membangun masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT. Terbinanya kader HMI yang mempunyai kemampuan intelektual dan mengelola organisasi sebagai calon pemimpin yang bisa meningkatkan harkat dan martabat bangsa serta mampu menegakkan nilai-nilai moralitas bangsa.
-Menanamkan Nilai Dasar Perjuangan yang berbasis perjuangan soosial
-Mempertajam visi intelektual kader dalam analisa masalah social.

E. LANDASAN KEGIATAN
-Refleksi tafsir Al-Quran berkenaan dengan fitrah manusia (Ar-Rum:30), pengakuan terhadap Tuhan sebagai Zat Pencipta ( Al-Araf : 172) Kesetaraan (Al-Hujarat : 13), Keshalehan Individu maupun Kedalehan Sosial (Al-Qashash : 5 dan Al-Araf : 37)menegakan Kebenaran ( Al-Imron : 110), dan Ikhlas dalam perjuangan ( Al-An’am : 162-163)
-Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) HMI.
-Pedoman Pengkaderan Himpunan Mahasiiswa Islam

F. WAKTU DAN TEMPAT
Tempat : Local Education Center (LEC) Cicalengka
Waktu : Sabtu - Minggu, 21 Juni – 29 Juni 2008

G. MATERI KEGIATAN.
1. Materi Screening
a. Konstitusi HMI.
b. Mission HMI
c. Nilai Dasar Perjuangan
d. Wawasan Nasional
e. MMQ & Baca Tulis Qur’an
f. Makalah
2. Materi Kegiatan LK II terdiri dari :
a. Teori-teori perubahan sosial
b. Pendalaman mission HMI
c. Pendalaman Nilai-nilai Dasar Perjuangan NDP HMI
d. Pendalaman idieopol stratak
e. Pendalaman kepemimpinan dan manajemen organisasi
f. Materi-materi yang mengacu pada tema kegiatan

H. metode pencapaian kegiatan
1. Didalam pengelolaan latihan kader II ( intermediate training) untuk mencapai tujuan dan taget digunakan metode sebagai berikut : ceramah, diskusi, studi kasus (simulasi), presensi dan testing
2. Evaluasi
Untuk mengetahui sejauhmana keberhasilan latihan dan pencapaian target latihan, maka dilakukan evaluasi untuk kemudian ditentukan kelulusan peserta dengan memeperhatikan aspek penilaian:
a. Makalah dan uji makalah
b. Kemampuan intelektual (kekayaan wacana, daya analisis dan kritis)
c. Pemahaman tentang nilai-nilai keislaman dan kebangsaan
d. Pemahaman dan penguasaan missi organisasi
e. Kepemimpinan (sikap moral dan kepekaan social)
f. Disiplin
g. Penugasan (tertulis) dan presensi

I. penilaian kelulusan
bobot penalaian kegiatan ini terbagi menjadi :
1. a. aspek kognitif 40%
b. aspek apektif 30%
c. aspek psikomotorik 30%
2. 0 – 100 = Tidak Lulus
101 – 1100 = Lulus Besyarat
1110 – 1500 = Lulus Cukup
1501 – 2000 = Lulus Memuaskan
J. Peserta kegiatan
Kegiatan ini akan diikuti oleh utusan dari HMI cabang Se-Indonesia sesuai kualifikasi panitia yang memenuhi persyaratan dengan penilaian sebagaimana terlampir

K. Sumber anggaran kegiatan
Dalam kegiatan LK II tingkat nasional HMI cabang Kabupaten Bandung ini kami menggunakan dana yang berasal dari:
1. Kas HMI cabang Kabupaten Bandung
2. Sumbangan instansi pemerintahan dan swasta
3. Sumbangan simpatisan dan alumni HMI
4. Kontribusi peserta
5. Sumber dana yang halal dan tidak mengikat

L. Organisasi kerja
Organisasi kerja LK II tingkat Nasional HMI cabang Kabupaten Bandung ini terdiri dari Master Of Training (MOT) sebagai pemandu jalannya kegiatan, steering commite (SC) sebagai tim pengarah dan Organizing commite (OC) sebagai panitia pelaksana

M. Lampiran – Lampiran.
1. Persyaratan Peserta
2. Susunan Panitia Penyelenggara
3. Aggaran Biaya Kegiatan
4. Agenda Acara
5. Pembagian Sub-Materi

N. Penutup
Demikian proposal ini kami susun sebagaimana acuan pelaksanaan kegiatan Latihan Kader II (Intermedite Training) Tingkat Nasional HMI Cabang Kabupaten Bandung untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya, serta sebagai pertimbangan berbagai pihak dalam memberikan bantuan. Semoga kegiatan ini mampu memberikan kontribusi dan sumbangsih yang positif dalam pengembangan Sumber Daya Insani pembangunan bangsa. Semoga apa yang kita berikan dan lakukan mendapat Ridha Allah SWT. Amin

Billahitaufiq Walhidayah

Wassalu alaikum Wr. Wb.

Bandung, 01 Jumadil Awal 1429 H
07 Mei 2008 M

PANITIA PELAKSANA INTERMEDITE TARINING (LKII)
TINGKAT NASIONAL
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM
(HMI) CABANG KABUPATEN BANDUNG



Dadan Hamdani
Ketua OC

Zaenuri
Sekretaris
Mengetahui,
PENGURUS HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI)
CABANG KABUPATEN BANDUNG




KHOERUZZAMAN
KETUA UMUM

Lampiran I
PERSYARATAN PESERTA
INTERMEDITE TRAINING ( LKII ) TINGKAT NASIONAL
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI)
CABANG KABUPATEN BANDUNG

PERSYARATAN
A. Persyaratan Umum.
1. Mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan panitia.
2. Menginformasikan tentang keikutsertaan sebagai peserta kepada panitia 5 (lima) hari sebelum tanggal pelaksanan.
3. Menyerahkan surat mandate atau rekomendasi dari pengurus HMI cabang asalnya masing-masing.
4. Menyerahkan pas fhoto 3x4 sebanyak 4 lembar
5. Membayar kontribusi sebesar Rp. 100.000,- (Seratus Ribu Rupiah)
6. Peserta wajib terlebih dahulu mengikuti Screening
7. Peserta yang kurang memenuhi persyaratan dinyatakan tidak berhak menjadi peserta LK II HMI Cabang Kabupaten Bandung.
8. Demi efektifitas, panitia membatasi jumlah peserta.

B. Peryaratan Khusus.
1. Anggota HMI yang telah 6 (enam) bulan lulus LK I (Basic Training) dibuktikan dengan menyerahkan sertifikat LK I
2. Wajib membuat makalah dengan ketentuan sebagai berikut:
 Makalah sesui tema yang telah ditentukan oleh panitia, pada masing-masing cabang.
 Makalah diketik rapih minimal 15 lembar, kertas A4, karakter huruf Times New Roman, size 12, Line spasi 1,5
 Makalah dibuat 3 rangkap.
 Makalah dibuat dengan kaidah karya tulis Ilmiah.
 Referensi pendukung makalah min 5 buku ( tidak termasuk artikel,Koran,dan internet.) dan dibawa saat Screening.
 Makalah diterima paling lambat satu hari sebelum screening peserta.
3. Panitia tidak melayani peserta yang tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.
4. Sanggup menaati peraturan yang telah dibuat oleh panitia.



Lampiran II

SUSUNAN KEPANITIAAN
INTERMEDITE TRAINING (LK II) HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI) CABANG KABUPATEN BANDUNG

Penanggung Jawab : Ketua Umum HMI Cab. Kabupaten Bandung
KHORUZZAMAN

Master Of Training : Subekti, S.H
Hilman Wahyudi, S.Pd.I
Diki Abdul Qodir, S.Pd.I
Dudi Rustandi, S.Sos.I
Ecef Khoerullah, S.H.I
Adi ginanjar
Steering Commite
Koordinator
Sekretaris

: Fahmi Fajar Mustopa
: Hilda Kurniawan
Anggota : Dedi Nurdiansyah
Gaga Abd. Sihab
Pepen Supendi
Subhan Munawar
Siti Nurhilal
Husni Mubarok
Richa Siti Nurhayati
M. Isa Ansori
Brevo Yan Hadiansyah
Andri Hendrawan
Yuyun Yuningsih
Dadan (Ex. Officio) Samsul Komar
Soleh Nurdin
Heryadi
Utami Dewi
Sovi Sobriani
Hendri Setiawan
Abd Hamid


Organizing Commitee

Koordinator
Sekretaris
Bendahara : Dadan
: Zaenuri
: Winy Fitriani

Sie. Kesekretariatan

Jatnika*
Widia Sari
Neng Permata
M. Risjan
Adi Sopamdi


Sie. Pubdekdok

Deni Priyana*
Anggun C.
Azis Muslim
Yuni M


Sie. Keamanan

Aziz Hatala*
Arif Noorman

Sie. Dana usaha

Fadlan Fauzan Nur*
Adi Nandi
Taufik Nuryadin
Nur
Yevi Kusniawan
Hanita

Sie. Acara

Kahpiana *
Awaliya fajriah
Cecep Syarif
Eni
Pipit
Rani Rahmawati

Sie. Konsumsi

Azhari*
Sopiansyah
Yolanda Agustina
Yofie
Indah
Zahara
Eva

Sie. Humas
Karim*
Aim Abdul
Agis Imani JG.
Furi Lestari
Ajeng L


Lampiran III
ANGGARAN BIAYA KEGIATAN
INTERMEDITE TRAINING (LK II) HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI)
CABANG KABUPATEN BANDUNG

A. ADMINISTRASI DAN KESEKRETARIATAN
No Kebutuhan Volume Ukuran Harga Jumlah
1 Kop surat panitia 1 rim @ 100.000 Rp 100.000 Rp 100.000
2 Amplop 2 slop @ 30.000 Rp 60.000 Rp 60.000
3 Penggandaan proposal 150 @ 5.000 Rp 750.000 Rp 750.000
4 Pengiriman proposal 100 @ 3.000 Rp 300.000 Rp 300.000
5 Kertas HVS 2 rim @ 35.000 Rp 70.000 Rp 70.000
6 Tinta printer 2 boks @ 100.000 Rp 200.000 Rp 200.000
7 Stempel dan bak 1 set @ 50.000 Rp 50.000 Rp 50.000
8 Spidol white board 10 buah @ 5.000 Rp 50.000 Rp 50.000
9 Kertas buram 2 rim @ 10.00 Rp 20.000 Rp 20.000
10 Ball point 100 buah @ 1.000 Rp 100.000 Rp 100.000
11 Map 200 buah @ 1.500 Rp 300.000 Rp 300.000
12 Co card peserta&panirtia 200 buah @ 1.000 Rp 200.000 Rp 200.000
13 Blok note 200 buah @ 2.000 Rp 400.000 Rp 400.000
14 Stiker 200 buah @ 2.000 Rp 400.000 Rp 400.000
15 Plakat 200 buah @ 50.000 Rp 1.000.000 Rp 1.000.000
16 Sertifikat&piagam 200 buah @ 1.000 Rp 200.000 Rp 200.000
17 Penggandaan makalah 200 buah @ 5.000 Rp 1.000.000 Rp 1.000.000
Jumlah Rp 5.530.000

B. KONSUMSI
No Kebutuhan Volume Ukuran Harga Jumlah
1 Makan peserta dan panitia 298 x 3 x 7 @ 5.000 Rp 31.290.000 Rp 31.290.000
2 Snack pembukaan 120 box @ 3.000 Rp 360.000 Rp 360.000
3 Snack pembicara& moderator 51 orang @ 5.000 Rp 255.000 Rp 255.000
Jumlah Rp 31.905.000


C. AKOMODASI DAN TRANSPORTASI
No Kebutuhan Volume Ukuran Harga Jumlah
1 Sewa gedung /aula 7 hari @ 500.000 Rp 3.500.000 Rp 3.500.000
2 Sewa kamar 20 kamar x 7 @ 50.000 Rp 70.000.000 Rp 70.000.000
3 Transportasi pemateri 20 orang @ 400.000 Rp 8.000.000 Rp 8.000.000
4 Transportasi panitia 7 hari @ 350.000 Rp 2.450.000 Rp 2.450.000
5 Transportasi pengiriman surat 124 cabang @ 100.000 Rp 1.240.000 Rp 1.240.000
Jumlah Rp 81.890.000


D. PUBLIKASI, DOKUMENTASI, DAN KOORDINASI
No Kebutuhan Volume Ukuran Harga Jumlah
1 Spanduk 3 buah @ 75.000 Rp 225.000 Rp 225.000
2 Sewa kamera, kaset dan edit 1 paket @ 200.000 Rp 200.000 Rp 200.000
3 Film dan cuci cetak 5 rool @ 75.000 Rp 375.000 Rp 375.000
4 Bendera HMI 20 buah @ 30.000 Rp 600.000 Rp 600.000
5 Voucher koordinasi 30 buah @ 55.000 Rp 1.650.000 Rp 1.650.000
6 Kaos peserta dan panitia 160 buah @ 50.000 Rp 8.000.000 Rp 8.000.000
Jumlah Rp 11.050.000


REKAPITULASI
No Seksi Jumlah
1 Administrasi dan kesekretariatan Rp 5.530.000
2 Konsumsi Rp 31.905.000
3 Akomodasi dan transportasi Rp 81.890.000
4 Publikasi, dokumentasi dan koordinasi Rp 11.050.000
Jumlah Rp 130.375.000
Terbilang : “seratus tiga puluh juta lima puluh ribu rupiah”



Lampiran IV
MANUAL ACARA
INTERMEDIATE TRAINING (LK II) HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI)
CABANG KABUPATEN BANDUNG

Sabtu - Minggu, 7- 8 Jumadil Akhir 1429 H/ 21 - 22 Juni 2008 M
Waktu Acara Penanggung jawab
08.00 – 24.00 Registrasi dan Screening Peserta OC dan MOT

Senin, 9 Jumadil Akhir 1429 H/ 23 Juni 2008 M
WAKTU ACARA Penanggung Jawab/Moderator
07.00 - 09.00
Opening Ceremony
OC
09.00-11.00 Studium General:
“Redesain Platform dan Format Gerakan HMI: Upaya Menjawab Fenomena Bangsa menuju Masyarakat Madani”

Oleh : Drs. Adib Zein
( Presidium KAHMI Jabar )
OC
11.00 -12.00 Pengumuman hasil screening, Orientasi Training dan kontrak Belajar
MOT
12.00 – 13. 00 SOLISKAN OC
13.00 – 15. 00 Mission HMI
“Posisi dan Kontribusi HMI dalam Percaturan Isu-isu Kebangsaan Kontemporer”
(A)
Fajar R. Zulkarnain (Ketum PB HMI)
Dudi Rustandi S.Sos.I
15. 00 – 15. 30 Solis OC
15. 30 – 17. 30 Kepemimpinan
“Membangun Formasi Kepemimpinan Muda untuk Kebangkitan Bangsa”
(B)
Drs. Dadang Naser, S.Ip Ecep Khoirullah S.H.I
17. 30 - 18. 30 Ishoma OC
18. 30 - 20. 30 “Sistem Ekonomi Syariah sebagai Media Umat dalam Menghadapi tantangan Ekonomi Global”
(C)
Prof. DR. Jaih Mubarok M. Si Diki Abdul Qodir S.Pd.I
20. 30 - 22. 30 Pendalaman NDP
“Menafsir dan Menginternalisasi NDP: Upaya Menumbuhkan Kesalehan Sosial”
(D)
Mulyawan, M. Ag., MM.
Nurdin,STh.I Hilman Wahyudi S. Pd.I

22. 30 – 07. 30 Istirahat OC


Selasa, 10 Jumadil Akhir 1429 H/ 24 Juni 2008
WAKTU MATERI Penanggung Jawab/
Moderator
07. 00 – 08. 00 Olah raga, Sarapan dan Aktivitas Pribadi OC
08. 00 – 10. 00 Dilema Pemberantasan Korupsi: Antara Supremasi Hukum dan Dekapan Interes Politik
(E)
Oyo Sunaryo Mukhlas Ende Hasbi,
SH
10. 00 – 12. 00 Tinjauan Histories Kemunduran HMI dan Proyeksi HMI baru
(F)
Dr. Asep Saeful Muhtadi, MBA Ues Fathoni, M. Ag
12. 00 – 13. 00 Isoma OC
13. 00 – 14. 00 Presentasi Makalah MOT
14.00 – 16. 00 “Paradigma Kedewasaan Berbangsa Dan Bernegara”
(G)
Prof. Dr. Nanat Fatah Natsir, M.S
(Rektor UIN SGD Bandung) Saeful Uyun,
S. Pd.I
16. 00 – 16.30 Sholis OC
16. 30 – 18. 30 Islam sebagai Rahmatan lil’alamin (Problematika aliran-aliran keagamaan di Indonesia)
(H)
Dr. Miftah Faridl
Prof. Dr. Dadang Kahmad, M.Si H. Dindin Jamaluddin, M.Ag
18. 30 – 19. 30 Sholiskan OC
19. 30 – 21. 30 Misi Parpol-parpol Islam dalam Memecahkan Problematika Keumatan
(I)
DPD PAN, PKB, PBB, PPP, PKS Burhanudin Hamnach, MH
21. 30 – 23. 30 Presentasi Makalah Mochamad Lili, SH.i
23. 30 – 00. 00 Rehat Intelektual OC



Rabu, 10 Jumadil Akhir 1429 H/ 25 Juni 2008 M
WAKTU MATERI Penanggung Jawab/
Moderator
07. 00 – 08. 00 Olah raga, dan sararapan pagi OC
08. 00 – 10. 00 Fenomena Selebritis dalam Kancah Politik dan Kepemimpinan Bangsa
(J)
DR. Fauzan Ali Rasyid, M. Si
Dede Yusuf ( Wagub Jabar) Radea, M.Hum
10. 00 – 12. 00 Dialog Kemahasiswaan Menyoal 10 tahun Perjalanan Reformasi dan Polarisasi Gerakan Mahasiswa
(K)
HMI, PMII, KAMMI, IMM,GMKI, GMNI Utang Rosyidin, SH
12. 00 – 13. 00 Istirahat Solat, Makan OC
13. 00 – 14. 00 Presentasi Maklah MOT
14. 00 – 17. 00 Ideo pol stratak :
Memformat Ulang Desain Platform Gerakan HMI
(L)
Deding Zamakhsyari (Kabid PTKP PB HMI) Guntur,
S.Pd.I
17.00 – 18.30 Dinamika Kelompok MOT
18. 30 – 19. 30 Sholiskan OC
19. 30 – 21. 30 Fragmentasi Elit Politik dalam Pemilu 2009
(M)
Dadang Naser, S.Ip
Fahmi Fajar Mustopa S. Pd.I
21.30 – 23.30 Presentasi Maklah MOT
23. 30 – 07. 00 Istirahat OC

Kamis, 11 Jumadil Akhir 1429 H/ 26 Juni 2008 M
WAKTU MATERI Penanggung Jawab/
Moderator
07. 00 – 08. 00 Sarapan Pagi OC
08. 00 – 10. 00 Sistem Pertahanan Rakyat terhadap intervensi Negara Asing dan Percaturan Politik Global
(N)
PANGDAM SILIWANGI
KAPOLDA JABAR Sayan Suryana,
S. Sos
10. 00 – 13. 00 Peningkatan kualitas hasil pertanian sebagai asset menciptakan swa-sembada pangan
(O)
Prabowo Subianto (Ketua Umum HKTI)
Prof. Dr. Sholeh (Guru Besar IPB) Bekti Firmansyah, S.H
13. 00 – 14. 00 Isoma OC
14. 00 – 15. 30 Presentasi Makalah MOT
15.30 – 16.00 Isho OC
16. 00 – 18. 00 “Membaca Struktur Dunia dalam Perebutan Sumber Daya Energi”
(P)
Pra. Arief Natadiningrat, SE. (Anggota DPD RI)
Dr. Rizal Ramli Sofyan Munawar, S.Sos
18.00 – 19.00 Isoma OC
19.00 – 21.00 Dinamika Kelompok MOT
21.00 – 23.00 Presentasi Makalah MOT
23.00 – 07.00 Istirahat OC


Jum’at, 11 Jumadil Akhir 1429 H/ 27 Juni 2008 M
WAKTU MATERI Penanggung Jawab/ Moderator
07. 00 – 08. 00 Sarapan pagi
08. 00 – 11. 00 Pendalman NDP II
Islam sebagai Landasan Nation Character Building (Tinjauan Teologis dan Filosofis)
(Q)
Dr. Yudi Latief
Dr. Nadjib (KAHMI) A. Rahmanur Aziz, M.Ag
11. 00 – 13. 00 Isoma OC
13.00 – 14.30 Presentasi Makalah MOT
14. 30 – 16. 30 Peran wanita Masa Kini di tengah Morality Crisis
(R)
Ira Sahiroh, S.Sos.I
( KOHATI BADKO JABAR)
Yeni Huriah
Ricka Siti Nurhayati.
16.30 – 18.30 Kenaikan Harga BBM : Solusi atau Bencana ?..
(Analisis Kritis terhadap Kebijakan Pemerintah)
(S)
DR. Deding Ishak, M. Si (Anggota DPR RI)
Huliman Abdul Ghofur, S. Sos (Anggota DPRD Sumedang) Heris Hermawan,
M. Ag
18.30 – 19.30 Isoma OC
19.30 – 21.30 Quo Vadis Calon Independen (Menyoal Undang- Undang Parpol No.10 Th. 2008)
(T)
Drs. H. Ferry Mursyidan Baldan (Ketua PANSUS RUU Partai Politik DPR RI)
TB.Iman Ariyadi, M.M
(Anggota DPRD Banten) Iwan Setiawan, M.Pd
21.30 - 23.30 Presentasi Makalah MOT
23.30 – 07.00 IStirahat OC




Sabtu, 12 Jumadil Akhir 1429 H/ 28 Juni 2008 M
WAKTU MATERI Penanggung Jawab/Moderator
07. 00 – 08. 00 Olah raga dan sarapan pagi
08. 00 – 11. 00 Menumbuhkan Potensi Enterpreunersip kader HMI
(U)
Dinas KUKM Provinsi Jabar
DR. Mursyidin, M. Pd Uu Nurul Huda
11. 00 – 13. 30 Pasang Surut Perjalanan Pendidikan Indonesia (Refleksi HARDIKNAS)
(V)
Prof. DR. Ahmad Tafsir
(Guru Besar UIN Bandung)
Prof. DR. Dedi Mulyasana (Guru Besar UNINUS) Sarif Muslim
13. 30 – 14. 30 Membongkar epistimologi pemikiran Islam Fundamentalis dan Liberal
(W)
Prof. Dr. Afif Muhammad, MA
(Direktur Pasca Sarjana UIN SGD Bandung)
Radea J.A Hambali, M. Hum Zaenal Mufti,
M. Ag
14. 30 – 16. 30 Menggagas Sistem Investasi Sehat : Strategi Peningkatan Pajak Negara
(X)
Asri Harahap Nurhamzah,
M. Ag
18.30 – 19.30 Isoma OC
19.30 – 21.30 Presentasi Makalah MOT
21.30- 23.30 Peran KPU dalam mengawal Demokratisasi Politik Indonesia
(Y)
Ferry Kurnia R(Anggota KPU Jabar)
Osin Permana (Anggota KPU Kab. Bandung)
Asep Sahid
23.30 – 07.00 Istirahat







Ahad, 13 Jumadil Akhir 1429 H / 29 Juni 2008
WAKTU MATERI WAKTU
07. 00 – 08. 00 Olah raga dan sarapan pagi
08. 00 – 11. 00 Proyeksi Otonomi Daerah serta Peran Strategis DPD dalam Menciptakan Kesejahteraan Masyarakat
(Z)
Ir. Ginanjar Kartasasmita
Saehudin
11. 00 – 12. 00 Evaluasi Keseluruhan MOT
12. 00 – 15. 00 Taaruf, Hiburan, dan lain-lain. OC
15. 00 – 15. 30 Shalat OC
15.30 – 16.30 Closing Ceremony OC
16.30 – 17.30 Cek Out and Go Home OC

Keterangan :
Sewaktu-waktu jadwal dan pemateri bisa berubah, tanpa pemberitahuan.



Lampiran V

DAFTAR PESERTA
INTERMEDITE TRAINING (LK II) HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI)
CABANG KABUPATEN BANDUNG

NO NAMA CABANG/BADKO kode makalah Jumlah utusan
BADKO HMI NAD
1 HMI Cabang Banda Aceh A 1
2 HMI Cabang Lhokseumawe B 1
3 HMI Cabang Takengon C 1
4 HMI Cabang Langsa D 1
5 HMI Cabang Meulaboh E 1
6 HMI Cabang Tapak Tuan F 1
7 HMI Cabang Kota Jonto Aceh Besar G 1
BADKO HMI SUMATERA UTARA
8 Hmi Cabang Medan H 1
9 HMI Cabang Binjai I 1
10 HMI Cabang Langkat J 1
11 HMI Cabang Kisaran Asahan K 1
12 HMI Cabang Pematang Siantar-Simalungan L 1
13 HMI Cabang Padang Sidempuan 1
BADKO HMI SUMATERA BARAT M
14 HMI Cabang Padang N 1
15 HMI Cabang Bukit Tinggi O 1
16 HMI Cabang Paya Kumbuh P 1
17 HMI Cabang Padang Panjang Q 1
18 HMI Cabang Pariaman R 1
BADKO HMI RIAU-KEPRI
19 HMI Cabang Pekan Baru S 1
20 HMI Cabang Tembilahan T 1
21 HMI Cabang Tanjung Pinang U 1
22 HMI Cabang Batam V 1
23 HMI Cabang Persiapan Natuna W 1
BADKO SUMBAGSEL
24 HMI Cabang Palembang X 1
25 HMI Cabang Indralaya Y 1
26 HMI Cabang Lubuk Linggau Z 1
27 HMI Cabang Jambi A 1
28 HMI Cabang Muara Berlian B 1
29 HMI Cabang Bangko C 1
30 HMI Cabang Pangkal Pinang D 1
31 HMI Cabang Bandar Lampung E 1
32 HMI Cabang Metro F 1
33 HMI Cabang Kota Bumi G 1
34 HMI Cabang Bengkulu H 1
35 HMI Cabang Kerinci I 1
BADKO JABOTABEKA BANTEN
36 HMI Cabang Jakarta Timur J 1
37 HMI Cabang Jakarta Pusat-Utara K 1
38 HMI Cabang Jakarta Selatan-Barat L 1
39 HMI Cabang Cilegon M 1
40 HMI Cabang Depok N 1
41 HMI Cabang Ciputat O 1
42 HMI Cabang Bekasi P 1
43 HMI Cabang Serang Q 1
44 HMI Cabang Bogor R 1
BADKO JAWA BARAT
45 HMI Cabang Purwakarta S 1
46 HMI Cabang Karawang T 1
47 HMI Cabang Kab.Bandung U,A,E,F 10
48 HMI Cabang Bandung V 1
49 HMI Cabang Jatinangor-Sumedang W 1
50 HMI Cabang Garut X 1
51 HMI Cabang Cirebon Y 1
52 HMI Cabang Indramayu Z 1
53 HMI Cabang Majalengka A 1
54 HMI Cabang Tasik B 1
55 HMI Cabang Ciamis C 1
56 HMI Cabang Kuningan D 1
57 HMI Cabang Subang E 1
58 HMI Cabang Sukabumi F 1
59 HMI Cabang Cianjur G 1
BADKO HMI JAWA TENGAH-DIY
60 HMI Cabang Semarang H 1
61 HMI Cabang Salatiga I 1
62 HMI Cabang Pekalongan J 1
63 HMI Cabang Yogyakarta K 1
64 HMI Cabang Magelang L 1
65 HMI Cabang Purwokerto M 1
66 HMI Cabang Surakarta N 1
BADKO HMI JAWA TIMUR
67 HMI Cabang Surabaya O 1
68 HMI Cabang Malang P 1
69 HMI Cabang Jember Q 1
70 HMI Cabang Ponorogo R 1
71 HMI Cabang Kediri S 1
BADKO HMI NUSA TENGGARA
72 HMI Cabang Mataram T 1
73 HMI Cabang Kupang U 1
74 HMI Cabang Denpasar V 1
BADKO HMI KALIMANTAN BARAT
75 HMI Cabang Pontianak W 1
76 HMI Cabang Singkawang X 1
77 HMI Cabang Sintang Y 1
BADKO HMI KALIMANTAN TIMUR
78 HMI Cabang Samarinda Z 1
79 HMI Cabang Balik Papan A 1
80 HMI Cabang Tenggarong Z 1
BADKO HMI KALIMANTAN SELATAN
81 HMI Cabang Banjarmasin B 1
82 HMI Cabang Palangkaraya C 1
BADKO HMI SULTENGGO
83 HMI Cabang Manado D 1
84 HMI Cabang Gorontalo E 1
85 HMI Cabang Palu F 1
BADKO HMI SULSELRA
86 HMI Cabang Makasar G 1
87 HMI Cabang Makasar Timur H 1
88 HMI Cabang Soppeng I 1
BADKO HMI MALUKU-MALUKU UTARA
89 HMI Cabang Ambon J 1
90 HMI Cabang Tual K 1
91 HMI Cabang Ternate L 1
BADKO HMI PAPUA
92 HMI Cabang Jaya Pura M 1
93 HMI Cabang Merauke O 1
Jumlah 101




Alamat : Pusat Kegiatan (Pusgit). Jln Permai V No !8 B Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Bandung 40614. (Belakang Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

Rute Perjalanan :
1. Dari Bandara Husain Sastranegara Bandung, Naik angkot Jurusan Terminal Leuwi panjang, terus lihat dibawah
2. A. Dari Terminal Leuwi Panjang naik Damri AC jurusan Leuwi Panjang – Cibiru
turun di depan kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
B. Dari Terminal Leuwi Panjang naik angkot 05 jurusan Leuwi Panjang – Cicadas
Turun di samsat, terus naik angkot jurusan Cicadas – Cibiru Turun di bunderan cibiru, jalan kearah Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
3. Dari terminal Cahuem naik jurusan Caheum – Cileunyi, turun di depan Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
4. Dari Cileunyi naik angkot jurusan Cileunyi – Cibiru Turun didepan Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung
5. Dari Stasiun Hall Bandung, naik angkot ST. Hall – Gede bage turun di gede bage, naik angkot jurusan cicadas – Cibiru turun di bunderan cibiru, terus jalan kearah kampus Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung
6. Apabila ada kebingungan masalah rute perjalanan telephon nomor yang ada di belakang cover.

Baca Selengkapnya......
 
@Copyright © 2007 Depkoinfokom HMI Design by Boelldzh
sported by HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Cabang Kabupaten Bandung
Pusgit (Pusat Kegiatan) HMI Jl.Permai V Cibiru Bandung 40614
email;hmi[DOT]kab[DOT]bdg[ET]gmail[DOT]com